Phisikologi Sebut Korban Pemerkosaan di Kepulauan Sula Masih Trauma

Ilustrasi anak diperkosa. (Sumber: Google)

Sanana, malutpost.id -- Korban pemerkosaan asal Kepulauan Sula, Maluku Utara, masih mengalami trauma hingga saat ini. Psikologi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kepsul, Nursarahstri, mengungkan, korban hingga kini masih trauma dan belum bisa melupakan kejadian tersebut.

"Korban masih trauma hingga saat ini,"kata Nursarahastri, Senin (16/1/2023).

Menurut dia, korban merasa takut saat mendengar nama dan melihat pelaku. Karena itu, pihaknya saat ini sedang fokus melakukan pemulihan terhadap psikologis korban.

Meski begitu, Nursarahstri mengatakan, korban juga menderita mental disorder atau gangguan mental secara khusus sejak lahir. Karena itu, meski telah berusia 14 tahun, namun cara berfikirnya seperti usia 10 tahun kebawah.

"Saat kami sedang melakukan pemulihan psikisnya,"ungkap dia.

Terpisah, Kepala DP3A Kepsul, Sehat Umagap, melalui Kepala Bidang Siti Farida mengaku, selain pemulihan psikologi, pihaknya juga akan melakukan pendampingan terhadap korban mulai dari pemeriksaan di kepolisian hingga proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sanana.

"Kita tetap melakukan pendampingan mulai dari pemeriksaan di kepolisian, bahkan hingga sampai pada proses persidangan di PN Sanana,"tandas Siti.(mg-01)

Laporan: Hamdi Embisa

Editor: Ikram Salim

Komentar

Loading...