Takut Kearifan Lokal Digerus, Warga 4 Desa di Halmahera Barat Tolak PT Geo Dipa

Demo warga Pabos menolak kehadiran PT Geo Dipa di kantor Bupati Halbar, Senin (30/1/2023)

Jailolo, malutpost.id - Kerusakan lingkungan menjadi salah satu dampak pasti atas kehadiran tambang. Selain itu, masalah sosial seperti tergerusnya kearifan lokal warga lingkar tambang juga menjadi dampak serius.

Hal ini dikhawatirkan masyarakat empat desa di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yakni Desa Payo, Saria, Bobo Jiko dan Bobo atau Pabos saat PT Geo Dipa, perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) beroperasi di sekitar empat desa tersebut.

"Para moyang sampai pada generasi kami saat ini kami hanya penuhi kebutuhan dengan hasil daripada pala, cengkeh dan kelapa," kata Andri Umar koordinator aksi di depan kantor Bupati Halbar, Senin pagi tadi.

Menurut Andri, warga Pabos tahu bahwa tanah yang mereka tempati saat ini adalah tanah "Bani Hasim" atau tanah para habib. Pasalnya, di sekitar empat itu banyak makam para leluhur yang dipercaya para wali yang harus mereka jaga.

Andri berujar, kehadiran perusahaan, tidak membawa kesejahteraan terhadap masyarakat lingkar tambang.  "Justru yang ada hanya bikin masyarakat tersiksa karena dampak yang akan terjadi. Bukan saja dampak dari pembuangan limbah tapi soal budaya dengan kebiasaan pun akan hilang," tandas Andir. (k-01)

Laporan: Faisal Sidik

Editor: Ikram Salim

Komentar

Loading...