Anggota DPRD Dapil Loloda, Halmahera Barat Ini Tolak PT. NHM

Asdian Taluke.

Jailolo, malutpost.id -- Kehadiran PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM) di Kabupaten Halmahera Barat, mendapat penolakan dari anggota DPRD Halbar, Asdian Taluke.

Meski menyerap ribuan tenaga kerja, kehadiran tambang emas di Desa Nolu, Kecamatan Loloda Tengah itu akan berdampak panjang terhadap lingkungan.

Asdian yang juga putra asal Loloda ini mengatakan, tambang bukan solusi untuk mensejahterakan rakyat tetapi menyusahkan rakyat.

"Yang namanya tambang itu merusak lingkungan. Jadi berdampak besar dan memiskinkan masyarakat bukan mensejahterakan masyarakat," kata Asdian, kepada malutpost.id, Rabu (1/2/2023).

Apalagi, lanjut Asdian, pihaknya sebagai wakil rakyat belum mendapat dokumen analisa dampak lingkungan atau AMDAL. Secara pribadi dan mewakili masyarakat Loloda tegas menolak kehadiran tambang di Loloda.

"Masyarakat Loloda dari dulu hingga kini hidup dan bahkan menyekolahkan anak-anak mereka itu dengan hasil bumi bukan dengan hasil tambang. Apakah selama ini masyarakat Loloda itu miskin," jelas anggota fraksi Gerindra tersebut.

Jika tambang beroperasi, lanjut dia, maka hutan dan lahan produktif masyarakat dengan tanaman pala, cengkeh dan kepala tergusur habis. "Kalau sudah sabotase habis nantinya generasi kami yang kena dampaknya," papar dia.

Asdian juga tidak sepakat dengan pernyataan Bupati James Uang yang menyebut tambang mejadi solusi mensejahterakan masyarakat. Untuk itu, dirinya bersama anggota dewan lainnya dari Loloda berkomitmen menolak tambang di Loloda. "Saya tidak sepakat, selama ini mana ada yang namanya tambang itu mensejahterakan rakyat. Itu bohong, justru rakyat jadi miskin," katanya.

"Sehari dua ini saya dan teman-teman DPRD yang berasal dari Loloda akan turun untuk meninjau itu. Kita liat semua," tegasnya. (k-01)

Laporan: Faisal Sidik

Editor: Ikram Salim

Komentar

Loading...