Dipecat Tanpa Pesangon, Eks Karyawan PT Langgang Buana Perkasa Tuntut Perusahaan 

Sahrul Bukalang, SH. Foto: (Narto/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Tiga pekerja didampingi kuasa hukumnya melaporkan PT Langgang Buana Perkasa ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maluku Utara, pada Senin (6/2/2023).

Perusahaan tersebut diduga melanggar ketentuan terkait hak buruh usai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ttiga eks karyawannya yakni, Marsa Muhammad, Hendra Adam, dan Poli Ade Wahid.

Sahrul Bukalang, selaku kuasa hukum ketiganya menuturkan, ketiga kliennya tersebut di-PHK tahun 2021 tanpa kompensasi berupa pesangon.

"Pada hari ini selaku kuasa hukum tiga eks karyawan, kami telah melaporkan PT Langgang Buana ke Disnakertrans Maluku Utara," kata Sahrul, kepada wartawan, Senin (6/2/2023).

Sahrul menjelaskan, kasus ini telah dimenangkan tiga kliennya di PN Ternate pada 2022 lalu, dimana perusahaan diharuskan membayar pesangon senilai Rp 111 juta. Hanya saja, perusahaan tidak menerima putusan itu dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

"Nah dalam amar putusan MA situ disebutkan bahwa menolak permohonan kasasi dari pemohon PT Langgang Buana Perkasa, intinya putusan MA menolak permohonan yang diajukan perusahaan," papar Sahrul.

Sahrul mengungkapkan, dalam amar putusan MA juga disebutkan perbaikan putusan pengadilan industrial pada Pengadilan Negeri Ternate. Dalam perbaikan putusan, Majelis Hakim MA memerintahkan nominal pembayaran tadinya Rp 111 juta turun jadi Rp 60 juta untuk tiga kliennya.

"Dan pihak perusahan akan membayar 50 persen pada Januari 2023 tapi kenyataan tidak dibayarkan sepersen pun hingga kami ajukan laporan ini ke Disnakertrans Maluku Utara," tandas Sahrul.

Sahrul berharap agar laporan tersebut secepatnya diproses oleh dinas terkait. Untuk diketahui ketiga karyawan tersebut di PHK dengan alasan yang berbeda. Marsad Muhammad di PHK karena dianggap kontrak kerja berakhir sedangkan Poli Ade Wahid dan Hendra Adam dianggap melanggar SOP. (mg-12)

Laporan: Sunarto Hi Hasan

Editor: Ikram Salim

Komentar

Loading...