Hakim Vonis Bharada Richard Eliezer 1,6 Tahun Penjara

Terdakwa pembubuhan terhadap Brigadir J, Richard Eliezer atau Bharada E bersiap mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, Senin (26/12/2022). Sidang tersebut menghadirkan saksi ahli meringankan, Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara Profesor Franz Magnis-Suseno, Psikolog Klinis Dewasa Liza Marielly Djaprie dan Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel. FOTO:MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS

Jakarta, malutpost.id -- Mantan ajudan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, dinyatakan bersalah dan turut serta melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat.

Ia dijatuhi hukum penjara 1,6 tahun penjara oleh majelis hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2023).

Bharada Richard dinyatakan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Eliezer dinyatakan sebagai  saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator (JC).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan berencana," kata hakim ketua Wahyu Iman Santoso saat membacakan amar putusan di PN Jaksel, Rabu (15/2/2023).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan pidana 1 tahun dan 6 bulan penjara, menetapkan penangkapan dan lamanya masa tahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan, menetapkan terdakwa sebagai saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator,"imbuh Wahyu.

Sebelumnya, Eliezer dituntut hukuman 12 tahun penjara oleh JPU. Jaksa meyakini Eliezer terbukti bersalah terlibat dalam pembunuhan berencana Brigadir Yosua. (ikh)

Laporan: Ikram Salim 

Komentar

Loading...