Cerita Pasangan Suami-Istri di Sanana yang Menikah dengan Mahar Lafaz Setia dan Tak Minum Miras 

Tangkapan layar rekaman video saat Ruli mengucapkan ijab kabul.

Sanana, malutpost.id -- Herniati Tan, warga Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, dipinang Ruli Toga dengan mahar setia dan tidak boleh minum minuman keras. Mahar itu dilafazkan Ruli saat ijab kabul yang berlangsung di rumah mempelai wanita, Minggu (5/3/2023).

Herniati mengaku punya alasan meminta mahar kepada pujaan hatinya itu, agar rumah tangga mereka bisa kokoh hingga maut yang memisahkan. Apalagi, kata Herniati, dirinya pernah gagal dalam pernikahan sebelumnya.

"Itu permintaan saya kepada pasangan saya dan ini punya alasan karena sebelumnya saya pernah gagal dikarenakan hal demikian. Makanya saya minta mahar setia dan tidak boleh minum minuman keras. Jadi kali ini mudah-mudahan menjadi pasangan dunia sampai pada akhirat,"kata Herniati, kepada malutpost.id, Senin (6/3/2023).

Dia menceritakan, sebelum mahar tersebut disepakati, ia dan suaminya bermusyawarah bersama membicarakan mahar tersebut. Kepada sang suaminya, dia tidak mau meminta mahar yang muluk-muluk, cukup dengan ucapan yang disaksikan semua orang saat ijab kabul.

"Sebelum kita menikah itu pun kita sudah bicara dan komitmen bersama. Bisa atau tidak dengan mahar ini, rela atau tidak. Alhamdulillah suami saya juga setuju dan kita putuskan untuk menikah,"jelas Herniati.

Sementara Ruli, suami Herniati mengaku, siap bertanggung jawab atas mahar yang ia ucapkan saat ijab kabul tersebut. Ruli bilang, sebelum meminang Herniati ia juga berjanji tidak akan melakukan hal-hal yang diminta istrinya itu.

"Saya siap bertanggung jawab atas mahar itu. Karena, sebelum nikah pun kita sudah bicara bersama. Minum miras itu sebenarnya tidak usah sudah. Lagian minum miras itu banyak buang-buang uang,"ujar Ruli.

Sementara Hasbi Buamona, Pegawai Pencatat Nikah (PPN) atau penghulu Desa Fagudu yang menikahi kedua pasangan tersebut mengatakan, mahar setia dan tidak boleh minum minuman keras itu atas permintaan dari mempelai wanita. Jadi, sebagai wali serah nikah, ia juga menikahkan kedua pasangan itu dengan mahar yang diinginkan mempelai wanita.

"Tidak bisa saya mengada -ngada. Karena, mahar itu adalah hak seorang wanita. Mahar yang di inginkan seorang wanita, maka kita harus sebutkan sesuai dengan apa yang di inginkan ya,"pungkas Hasbi. (mg-01)

Laporan: Hamdi Embisa

Editor: Ikram Salim

Komentar

Loading...