Muhammad Alief Zidane, Kreator Konten yang Berperan Sebagai Prisil Kharie

Buat Konten Bermodalkan Ponsel, Pendapatannya Bisa Setara PNS

KREATOR: Muhammad Alief Zidane saat membuat konten sebagai Prisil Kharie

Kreator Konten kini menjadi salah satu profesi yang lagi naik daun, apalagi bagi para milenial. Modal yang paling dominan kreatif dan harus cakap teknologi.

SURYANI S TAWARI, Ternate

Karakter Prisil Kharie begitu ramai di media sosial. Sosok perempuan centil, ceria, heboh dan dandanan yang kontras yang dimainkan Muhammad Alief Zidane itu begitu menghibur dan mengundang gelak tawa netizen karena, selain tingkah lakunya yang lucu, cerita yang diangkat juga menggambarkan kehidupan sosial masyarakat Maluku Utara (Malut).

Totalitas di setiap konten yang terlihat di media sosial membuat sebagian orang tak menyangka sosok aslinya berbanding terbalik. Malut Post baru-baru ini mendatangi kediaman Prisil sekadar berbincang-bincang. "Total dalam memainkan peranmu sampai orang tidak menyangka kalau karakter aslimu tidak sama," ujar Muhammad Alief Zidane alias Prisil, saat berbincang-bincang.

Ketertarikan di dunia seni sudah sejak kecil. Namun, dia lebih menekuni jalur musik  dan bergabung dengan salah satu komunitas seni di Kota Ternate. Dari pertemuan itu, mereka lalu membentuk sebuah grup band.

Tak hanya melalui jalur luar sekolah, bakat seni Alief juga diasah di sekolah, yaitu saat masih tertata sebagai siswa SMAN 1 Kota Ternate, dia pun mengikuti lomba menyanyi, baik solo maupun grup juga baca puisi. Bahkan, dia juga bergabung di grup teater.

Tergabung di dunia peran dalam teater yang dibimbing salah satu gurunya Naza Mudin membuat dia belajar dunia peran dan sering memerankan tokoh yang sangat berbeda dirinya. “Peran cross gender seperti jadi sosok nenek atau ratu dan remaja putri,”tuturnya.

Setelah lulus SMA, dia dan teman-temannya membentuk komunitas teater.  Namun, sempat terkendala, sebab pementasan teater di Ternate masih sulit, karena panggung teater butuh penataan pencahayaan juga perangkat audio yang mendukung. Sedangkan, mereka belum memiliki itu.

Ketertarikannya untuk menciptakan konten di dunia digital, setelah melihat salah satu rekannya membuat konten yang menampilkan dua peran dalam satu video. Dia pun mulai belajar untuk bisa membuat konten. Dia pun mulai belajar secara otodidak, mulai dari pengambilan gambar hingga editing. Setelah semuanya dirasakan mantap, dia pun memutuskan untuk membuat konten sendiri.

"Kelihatannya menarik jadi buat konten tapi masih dengan akun Alief Zidan, setelah beberapa  bulan baru pake akun Prisil. Di konten tidak butuh biaya besar dan bisa edit untuk memberi pencahayaan yang kita mau jadi lebih mudah," ujar Sulung dari pasangan  Hamid Husain dan Hatneng Syamsu ini.

Ada beberapa karakter yang dimainkan sendiri seperti menjadi ibunya Prisil (Ci Mala), ayah Prisil (om Udin), adiknya Wawan, temannya Prisil yaitu Eca dan Rini dan pria yang menyukai Prisil (Pedro). Awal pengambilan video dilakukan sendiri dengan cara meletakkan Ponsel di tembok atau di tempat aman untuk pengambilan gambar selama 2 jam. Kemudian dilanjutkan dengan editing 2-3 jam.  Semuanya dilakukan hanya dengan menggunakan ponsel di genggamannya itu. “Sampai akhirnya sudah bisa membeli laptop dan kamera tapi, untuk buat konten biasa bukan promosi produk, masih lebih nyaman pakai handphone,”tuturnya

Walau hanya bermodalkan handphone, hasil gambarnya tak kalah dengan gambar yang diambil dari kamera profesional dengan alat lengkap. Postingan videonya juga diterima masyarakat sehingga menjadi tanggungjawab bagi dia untuk memberikan konten-konten yang tidak hanya lucu tapi mengedukasi. “Apalagi bawa nama besar Khrie dan dari keluarga yang berpendidikan sehingga konten-konten yang diposting itu tidak boleh asal viral tapi ada edukasi yang disampaikan,”ucapnya.

Dia menyebut, konten yang dia buat menyesuaikan dengan permintaan pasar. Dari Kemampuannya memerankan karakter Prisil, kini dia sudah mendapatkan endorse dari beberapa perusahaan.  Dia juga, diundang untuk tampil di berbagai acara baik itu sebagai MC atau lainnya.  Pengalaman berharga baginya tampil bersama para artis papan atas di beberapa event, seperti  di Haornas bersama Yopie Latul, Cakra Khan, Via Vallen dan Seventeen. Tampil juga bersama Naga di HUT Bayangkara dan menjadi MC di HAJAT, Acara Lepas sambut tahun baru di Jailolo, Bacan, Sofifi, Tobelo dan Tidore. “Kalau di Jailolo sudah tampil 8 kali,”sebut cowok  yang bergelar Sarjana Hukum dari Universitas Khairun ini.

Dia menyebut, pendapatannya menjadi seorang kreator konten ini, dalam sebulan bisa setara dengan pendapatan pegawai negeri sipil. Harapannya ke depan bisa buat rumah produksi sehingga dapat merekrut teman-teman atau orang-orang yang punya jiwa seni agar terus memproduksi karya-karya baru yang lebih baik. “Saya mengingatkan ke teman-teman agar segala ide yang ada di kepala segera dituangkan, jangan dipendam nanti orang luar Malut punya ide yang sama dan lebih dulu buat, malah dituduh plagiat,” pungkasnya. (sst/nty)

Komentar

Loading...