Korban Pemerkosaan Guntur Dapat Pendampingan Kementrian PPPA

Ilustrasi pemerkosaan.

Ternate, malutpost.id -- Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI menaruh perhatian serius pada kasus dugaan pemerkosaan terhadap M, salah satu warga Kota Ternate, Maluku Utara yang dilakukan MGB alias Guntur, admin akun Status Ternate.

Kementrian PPPA, Selasa (7/3/2023)  mengunjungi rumah korban yang ada di bilangan Ternate Utara.

Kepada malutpost.id, Asisten Deputi Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan, Kementrian PPPA RI, Valentina Gintings, mengatakan, pihaknya menerima surat dari P3A Provinsi Maluku Utara untuk pendampingan psikologi korban.

"Iya kami mendapatkan surat dari P3A Maluku Utara, terkait dengan kasus tersebut. Kami lakukan kunjungan ke rumah ananda korban untuk memastikan bagaimana pendampingan psikologisnya," kata Valentina, melaui sambungan telepon, Rabu (8/3/2023).

Kondisi korban, lanjut Valentina, secara psikologis sudah membaik. Karena itu, dia Kementrian memastikan terus mendampingi korban dan berharap proses hukum terus berjalan.

"Kami yang pasti adalah bagaimana pendampingan dari korban itu, untuk proses hukum kita serahkan kepada aparat penegak hukum ya," kata dia.

Karena, lanjut Dia, Kementrian PPPA memiliki fungsi layanan rujukan kasus perempuan dan anak antara provinsi, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 23 tahun 2014.

"Bahwa pusat adalah untuk memastikan kalau kasus itu terjadi di antara provinsi. Maka pusat harus memastikannya," tandasnya.

Sebelumnya korban berinisial MUA (21), warga Kota Ternate itu diperkosa secara bejat oleh Guntur di sebuah hotel Cordela Inn Milennium, Kota Medan pada awal Februari 2023 lalu. Pelaku mengajak korban dengan dalih menghadiri Hari Pers Nasional (HPN). Namun, di sana korban diperkosa dan dilecehkan secara verbal.

Pelaku juga menghina korban saat melancarkan aksinya, meski korban telah memohon pelaku terus memaksa dan mengancam. Aksi pelaku ini direkam korban yang ketakutan dengan telepon genggamnya. Pelaku juga mengancam korban dan meminta menghapus rekamannya, namun permintaan itu tidak diindahkan oleh korban. Kasus itu telah resmi dilaporkan ke polisi dan Dinas PPPA Malut. (mg-12) 

Laporan: Sunarto Hi Hasan

Editor: Ikram Salim 

Komentar

Loading...