KKR MU: Lingkar Konsesi Tambang Rawan Kekerasan Perempuan

Diskusi terkait Hari Perempuan Sedunia yang digelar oleh KKMU, Rabu (8/3/2023)

Ternate, malutpost.id -- Direktur Daulat Perempuan Maluku Utara (DaurMala), Nurdewa Safar, mengungkapkan angka kekerasan perempuan di Maluku Utara (Malut) terus meningkat setiap tahun, dan wilayah di lingkar konsesi perusahaan tambang merupakan lokasi yang rawan.

Hal itu disampaikan, dalam diskusi publik yang digelar Koalisi Keselamatan Rakyat Malut (KKR-MU) dalam refleksi Hari Perempuan Sedunia bertajuk "Perempuan Maluku Utara" di Kedai Jenggala Raya, Rabu (8/3/2023) malam.

Nurdewa bilang, DaurMala mencatat, sepanjang 2021 terjadi 309 kasus kekerasan terhadap perempuan dan terus naik menjadi 317 kasus pada 2022. Dia menilai, tren kenaikan ini menunjukan peran Pemprov Malut belum maksimal.

"Kasus kekerasan perempuan itu terus naik, padahal mestinya turun setiap tahun, ini ironis bila harus naik," ujar Nurdewa.

Di sisi lain, kata Nurdewa, perlunya tindakan tepat yang harus dilakukan pemerintah. Salah satunya penerapan UU Nomor 12 Tahun 2020 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau TPKS di lembaga peradilan di Malut untuk memberi efek jera terhadap pelaku kejahatan terhadap perempuan.

"Tapi sangat disayangkan bila sampai saat ini pengadilan di Malut belum memakai Undang-Undang TPKS, padahal Undang-Undang itu merupakan undang-undang yang sudah khusus menangani kekerasan seksual," jelasnya.

Baca Halaman Selanjutnya...

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...