DLH Maluku Utara: Harita Nickel Taat Terhadap Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan

Salah satu kawasan pantai Kawasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara tempat Harita Nickel beroperasi. Gambar diambil sore hari pada Sabtu, 1 April 2023 lalu.

Jakarta, malutpost.id -- Perusahaan pertambangan dan hilirisasi terintegrasi, Harita Nickel, disematkan status TAAT terhadap pengelolaan dan pemantauan lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara pada 12 Maret 2023.

Ada 5 (lima) Izin Usaha Pertambangan (IUP) di dalam Harita Nickel yang mendapat predikat cemerlang ini yaitu PT Trimegah Bangun Persada (PT TBP), PT Gane Permai Sentosa (PT GPS), PT Obi Anugerah Mineral (PT OAM), PT Budhi Jaya Mineral (PT BJM) dan PT Jikodolong Megah Pertiwi (PT JMP).

Total sebanyak 130 perusahaan di Maluku Utara menjalani evaluasi oleh DLH Malut yang dibagi menjadi 4 (empat) group, masing-masing dipimpin oleh Kepala Bidang dan Sekretaris Bidang.

Evaluasi Harita Nickel dengan kelima entitasnya dipimpin oleh Yusra Hi. Noho, SH, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara yang juga merupakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Lingkungan Hidup.

Yusra memimpin 11 anggota tim dan melakukan evaluasi terhadap total 25 perusahaan. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) adalah upaya penanganan dampak terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

Sementara  Rencana Pemantauan Lingkugan Hidup (RPL) adalah upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

Perusahaan pertambangan wajib menyerahkan dokumen RKL-RPL dan setiap semester atau enam bulan sekali dilakukan evaluasi pelaksanaannya oleh Dinas Lingkungan Hidup tingkat provinsi.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...