Tahun Ini, 573 Narapidana di Maluku Utara Bakal Dapat Pengurangan Masa Hukuman

Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kemenkumham Malut, Lili,

Ternate, malutpost.id -- Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku Utara, mengusulkan 573 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana beragama Islam untuk mendapat remisi Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriyah.

Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kemenkumham Malut, Lili, mengatakan, total jumlah WBP di Lapas dan Rutan di Maluku Utara sebanyak 1.135 orang.

"Untuk WBP muslim terdapat 929 orang. Yang diusulkan remisi khusus Idulfitri 2023 ini sebanyak 573 orang," kata Lili, saat dikonfirmasi malutpost.id, Senin (10/4/2023).

Lili bilang, jumlah itu terdiri dari napi kasus  pidana umum sebanyak 459 orang, dan pidana khusus sebanyak 114 orang, pidana khusus kasus narkotika 91 orang, dan kasus korupsi 23 orang.

"Yang diusulkan dapat remisi itu telah memenuhi syarat substantif dan administratif berdasarkan Pasal 10 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022," sebut Lili.

Dia menjelaskan, pengurangan masa hukuman  dimulai dari 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari dan 2 bulan. Meski begitu, tidak ada narapidana yang langsung bebas

Sedangkan narapidana yang tidak mendapat remisi sebanyak 350 orang.

"118 masih berstatus tahanan, 38 orang belum menjalani 6 bulan masa pidana, 62 orang sedang menjalani hukuman pengganti denda, 23 sedang diusulkan remisi keterlambatan administrasi, 15 orang sedang diusulkan program integrasi, 1 orang hukuman mati, 6 orang hukuman seumur hidup dan 87 orang belum memenuhi syarat substantif dan administratif," jelasnya.

Dengan remisi tersebut, Lili berharap warga binaan bisa berkelakuan baik serta taat kepada hukum yang berlaku. (mg-12) 

Laporan: Sunarto Hi Hasan

Editor: Ikram Salim 

Komentar

Loading...