Pangkalan Nakal, Minyak Tanah Subsidi di Halmahera Barat Langka

Antrian minyak tanah di salah satu pangkalan di Halmahera Barat.

Jailolo, malutpost.id -- Minyak tanah subsidi di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara diduga ditimbun pihak tertentu. Akibatnya, minyak tanah yang menjadi kebutuhan utama masyarakat terutama saat Ramadan menjadi langka.

Yuli salah satu warga Jailolo mengatakan, mereka sulit mendapatkan minyak tanah di Kecamatan Jailolo saat ini terutama di pangkalan resmi. Karena itu mereka harus mencari di pengecer dengan harga Rp8-9 ribu per liter.

"Padahal sebelumnya minyak tanah tidak susah begini," kata Yuli, Jumat (14/4/2023).

Sementara, Riski warga lainnya mengaku melihat langsung ada pangkalan resmi yang lebih mengutaman pembeli pengecer daripada masyarakat.

"Kemarin saat minyak masuk saya antri itu dari pagi hingga siang. Tetapi mereka (pangkalan) tidak melayani masyarakat justru melayani para pengecer," kata dia.

Berdasar informasi yang dihimpun wartawan, ada oknum pengecer yang membeli minyak subsidi itu menggunakan mobil di pangkalan lalu dibawa ke Weda Halmahera Tengah.

Terpisah, salah satu agen pangkalan PT Mitamal Utara di wilayah Kecamatan Jailolo Johanis yang ditemui wartawan mengatakan, sebelumnya kuota minyak yang didistribusikan di pangkalannya itu sebanyak 10 ton. Tapi saat ini yang dia dapat hanya 8 ton saja.

Hal itu, kata dia setelah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar rapat dengan seluruh agen pangkalan di Halbar terkait dengan ketetapan HET yang baru.

"Saya sebelumnya dapat jata 10 ton minyak tapi sekarang hanya dapat 8 ton saja," terangnya.

Dia mengaku, saat ini ada sekitar 40 izin pangkalan yang dikeluarkan oleh DPMPTSP. "Justru ada pangkalan yang baru itu yang membuat pengurangan kuota minyak kami," jelasnya.

Menurutnya, pangkalan yang dibuatnya itu untuk melayani warga 5 desa yakni Desa Porniti, Bukumatiti, Todowongi, Tuada dan Matui. "Tetapi saat penyaluran itu bukan saja warga di 5 desa itu tapi ada juga warga Desa Soakonora dan Tedeng yang datang. Saya bilang maaf ya saya layani 5 desa dulu," ungkap dia.

Baca halaman selanjutnya..

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...