Ini Sikap PKS Halmahera Barat Soal Kadernya Nyaleg di Partai NasDem

Ketua DPD PKS Halbar Ramli. (Foto: istimewa

Jailolo, malutpost.id -- DPD PKS Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara akhirnya buka suara mengenai kader mereka yang memutuskan untuk pindah partai.

Ketua DPD PKS Halbar, Ramli Sahdun, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat pada 7 Mei 2023 lalu terkait dengan anggota PKS yang sekarang menjadi anggota DPRD Halbar.

Hasil dari rapat tersebut kemudian dibuat surat yang ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) PKS Halbar.

"Kami kemudian mengirimkan surat ke DPW PKS Malut untuk kemudian diteruskan ke DPP PKS guna mendapatkan persetujuan. Setelah itu, proses selanjutnya akan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan," ungkapnya pada Kamis (25/5/2023).

Ramli menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan oleh PKS Halbar karena Mahdin Husen diketahui telah mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (bacaleg) pada pemilu 2024 melalui partai NasDem.

"Aturan yang berlaku di semua partai politik dan organisasi pada umumnya adalah sama. Tidak hanya mencalonkan diri saja yang merupakan pelanggaran serius dan berujung pada pemberhentian. Apalagi beralih dan bergabung dengan partai lain. Intinya, kami menjalankan mekanisme organisasi sesuai dengan yang telah diatur dalam AD/ART partai terkait penghargaan dan sanksi dalam Pasal 26. Di dalamnya secara jelas tertera mengenai prestasi dan pelanggaran anggota partai," jelasnya.

DPD PKS Halbar bertindak sesuai dengan prosedur yang ada. Ramli mengungkapkan bahwa mereka telah mengadakan rapat DPTD yang memberikan sanksi yang tegas dan proporsional kepada siapa pun termasuk yang bersangkutan.

"Kami tidak lagi akan mengizinkan yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai bacaleg PKS, yang berdampak pada gangguan terhadap pencapaian target perolehan kursi, atau beralih mencalonkan diri di partai lain yang berkonsekuensi pada pemberhentian keanggotaan organisasi. Semua ini sudah jelas tertera dalam aturan," terangnya.

Ramli juga menyebut bahwa saat ini Mahdin masih merahasiakan pendaftaran dirinya dengan partai NasDem untuk memperlambat proses PAW (Pergantian Antar Waktu).

Meskipun begitu, pihak PKS Halbar telah memanggil Mahdin namun dia tidak merespons panggilan tersebut. Bahkan, menurut Ramli, Mahdin sengaja memutuskan hubungan komunikasi dengan PKS Halbar.

"Kami telah melihat data Mahdin terdaftar di Partai NasDem melalui data Silon KPU, termasuk foto, nomor urut, dan namanya yang lengkap. (k-01)

Komentar

Loading...