Anggaran Insentif Covid di Halmahera Barat Diduga Dikorupsi, KAI Malut Minta Aparat Selidiki

Roslan. (Foto: istimewa)

Jailolo, malutpost.id -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Maluku Utara menyoroti kasus dugaan korupsi anggaran insentif dokter covid-19 pada tahun 2020-2022.

Sekretaris KAI Malut, Roslan menjelaskan, anggaran insentif covid-19 untuk dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo ini harus jadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum.

"Oleh karena itu, terkait indikasi penyalahgunaan anggaran tersebut kami berharap ada langkah tegas yang diambil oleh aparat penegak hukum dalam hal ini pihak Kejari Halbar maupun Polres Halbar untuk segera melakukan penyelidikan dengan melakukan pemanggilan para pihak yang mengetahui soal anggaran tersebut," kata Roslan, Minggu (28/5/2023).

Lebih lanjut, Roslan menjelaskan, pemanggilan pihak-pihak ini agar dapat dimintai keterangan klarifikasi untuk diketahui apakah dalam pengelolaan anggaran tersebut telah sesuai atau justru ada perbuatan melawan hukum.

"Permintaan keterangan dalam bentuk klarifikasi ini penting sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat maupun para dokter yang seharusnya telah menerima apa yang menjadi hak mereka atas anggaran tersebut," paparnya.

Roslan menyebut, jika sampai hari ini aparat penegak hukum belum juga terpanggil untuk melakukan upaya penegakan hukum baik untuk pencegahan, prefentif maupun penindakan represif dalam dugaan tindak pidana korupsi. Maka patut dipertanyakan.

"Hal ini penting agar semangat penekanan hukum tetap terjaga. Kami tegaskan kembali agar aparat penegak hukum harus segera mengambil langkah hukum atas kasus ini, agar masyarakat tidak beranggapan adanya tebang pilih dalam proses penegakan hukum," pungkasnya. (k-01)

Komentar

Loading...