Lawan Dugaan Kriminalisasi MHM, Masyarakat Adat Tobelo Boeng Mengadu ke Komnas HAM

Warga adat Tobelo Boeng Desa Minamin yang dipanggil oleh Polsek Wasile Selatan.

Tobelo, malutpost.id -- Masyarakat adat Tobelo Boeng, Desa Minamin, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara melaporkan dugaan intimidasi dan potensi kriminalisasi PT Mega Haltim Mineral (MHM) ke Polsek Wasile Selatan.

Selain itu, mereka juga mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM).

Novenia Ambuea (36) salah satu perwakilan masyarakat adat Tobelo Boeng Minamin yang membuat laporan ke Komnas HAM menyampaikan keresahan masyarakat adat setempat terutama ruang hidup mereka yang semakin sempit serta tekanan yang dialami warga paska MHM masuk ke wilayah Desa Minamin.

“Keberadaan kami sudah ada sebelum perusahaan ada. Sekarang mereka masuk tanpa izin, ketika kami tolak, mereka laporkan kami ke polisi. Apa negara ini sudah tidak mengakui kami lagi, masyarakat adat?," ungkap Novenia kepada Komisioner Komnas HAM.

Bahkan, perusahaan tersebut juga melaporkan Novenia dan Yulius Dagali (53) ke Polsek Wasile Selatan akibat penolakan warga yang berujung pada pemblokiran jalan masuk perusahaan.

MHM menggunakan Pasal 162 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara dan denda 100 juta untuk menjerat kedua warga tersebut.

Sementara di lain sisi, MHM juga belum memenuhi kewajibannya terhadap masyarakat sebelum melakukan aktivitasnya.

“Tanah kami diambil, tapi bentuk ganti kerugian belum kami terima. Kami ingin tanah kami dikembalikan,” ujar Paulus Papua, Ketua Adat Tobelo Boeng Desa Minamin.

Komisioner Komnas HAM, Hari Kurniawan, S.H dan Anis Hidayah, S.H, M.H, dalam tanggapannya meminta agar masyarakat adat tetap tabah. Komnas HAM akan dengan segera merespon pelaporan yang diterima dan memerintahkan salah seorang analis Komnas HAM mengawal kasus ini dan mengumpulkan informasi lanjutan. (ikh)

Komentar

Loading...