Malut Wajib Waspada Penularan Rabies

Oleh: dr.Fatir M.Natsir
(Staf dokter Rumah Sakit Jiwa Sofifi)

Sabtu 3 Juni 2023, Indonesia dibuat gaduh usai Kementerian Kesehatan akhirnya resmi menetapkan 2 Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni Kabupaten Sikka (Pulau Flores) dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (Pulau Timor) sebagai daerah Kasus luar biasa (KLB) infeksi Virus Rabies. Uniknya ini kasus baru di Pulau Timor sebab di wilayah itu sebelumnya berstatus bebas Rabies. Tentu dari gambaran tersebut menjelaskan bahwa terjadi penularan Rabies yang begitu pesat dan tak biasa.

Data, pandangan Pakar dan ancaman wabah

Mengutip data Kemenkes RI Hingga April 2023 sudah ada 31.113 kasus gigitan hewan penular rabies, 23.211 kasus gigitan yang sudah mendapatkan vaksin anti rabies, dan 11 kasus kematian di Indonesia. Tak main-main DR. drh. Maria Geong Dokter hewan sekaligus Pakar Mikrobiologi-epidemiologi memperingatkan bahwa apabila Pemerintah Indonesia lambat mengambil keputusan darurat maka penularan infeksi Virus Rabies terancam tak terkendali dan menyebar ke seluruh Pulau Timor dan Negara tetangga Timor Leste dalam waktu dekat. Satu-satunya cara yang dilakukan menurutnya adalah menggunakan Blanket Immunization atau Vaksin menyeluruh kepada hewan yang rentan Rabies di beberapa wilayah.

Tentang Rabies

Rabies disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus (dari bahasa Yunani Lyssa, yang berarti mengamuk atau kemarahan). Hospes atau hewan penularan utama virus Rabies adalah Anjing. Virus Rabies menular melewati perantara Air liur. Demikian juga gigi dan kuku yang telah terkontaminasi Virus Rabies. Penularan Rabies bukan hanya ke manusia saja, antara binatang seperti anjing ke anjing juga terjadi. Virus Rabies tidak akan langsung masuk ke tubuh, ia akan berada di tepian permukaan luka gigitan selama 2 minggu jika tak dibersihkan. Pasca 2 minggu Virus akan memperbanyak diri dan masuk ke saraf hingga ke otak. Virus membutuhkan waktu paling cepat 5 hari dan paling lambat 1 tahun untuk menginfeksi penderita. Namun umumnya dibutuhkan waktu 30 – 90 hari atau 1-3 bulan lamanya untuk menjadi infeksi yang serius.

Mengenali hewan yang terinfeksi Virus Rabies

Ada 2 Tipe infeksi Rabies pada Anjing, yaitu Tipe ganas.dan tipe jinak. Tipe ganas terdiri dari 3 stadium (prodnormal, eksitasi dan paralisis). Stadium prodnormal terjadi pada 2-3 hari memperlihatkan hewan malas beraktifitas, tidak mau makan, agak jinak, Stadium Ekstasi adalah infeksi pada hari ke-3 sampai hari ke-7, kadang lebih agresif dan reaktif dengan menyerang, menggigit benda bergerak. Dan terkahir Pada Stadium Paralisis didapatkan gejala kelumpuhah seperti Ekor jatuh, tulang rahang jatuh, air liur berlebihan (hipersaliva), dan kaki belakang terserat. Sedang pada Tipe Jinak. Terjadi setelah stadium Paralisis, anjing terlihat diam, penampilan ganas bila didekati.

Tindakan awal jika tergigit Anjing

Jika seseorang telah digigit oleh Anjing, tindakan awal yang harus dilakukan adalah Cuci luka pada gigitan dengan menggunakan Deterjen atau Sabun pada air mengalir selama 15 Menit. Mengapa cuci luka dan menggunakan sabun itu penting, sebab Virus tidak mampu bertahan dengan Gliserin 10%, sedang Gliserin adalah bahan baku pada Sabun. Usai dicuci, segera keringkan luka lalu beri cairan Antiseptik seperti Povidone Iodine 10% (Contoh Betadine) atau Ethacridine lactate (Contoh; Rivanol) dengan cara dibasahi kapas dan dibersihkan dengan gerakan memutar usapan dari dalam luka luar tepi luka, usai dilakukan disinfeksi, segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk dilakukan pencucian kembali luka dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengan indikasinya.

Gejala infeksi Rabies pada Manusia

Gejala Rabies pada manusia awalnya seperti kasus infeksi lainnya. Demam, nyeri otot dan tulang, lemas, lesu, penurunan nafsu makan, gangguan tidur, nyeri kepala hebat, nyeri menelan, leher kering, sesak napas, rasa kram, kesemutan dan panas pada area lokasi gigitan. Selain itu terdapat gejala penyerta lainnya seperti munculnya rasa cemas berupa gangguan konsentrasi, tidak tenang, jantung berdebar, gemetar, keringat berlebih, dan perasaan takut atau tidak nyaman terhadap suatu objek atau disebut Fobia. Adapun Fobia yang ditimbulkan adalah seperti Takut atau enggan bersentuhan dengan air (Hidrofobia), takut atau enggan terpapar atau mendengar udara/angin (Aerofobia) dan sensitif terhadap cahaya (silau), terutama pada cahaya matahari (fotofobia)

Ancaman kematian

Pada kasus Kematian kebanyakan disebabkan karena infeksi Virus sudah lama tak tertangani dan menyerang sistem saraf pusat (otak) hingga membuat depresi napas, terganggunya sirkulasi darah, hingga penurunan kesadaran (koma). Hal itu juga diakibatkan karena keterlambatan upaya penderita ke Fasilitas kesehatan untuk mendapat pertolongan kegawat-daruratan, pemberian anti inflamasi dan anti infeksi, serta pemberian Vaksin dan Serum anti Rabies. Kebanyakan masyarakat hanya mengira gigitan kecil hanya seperti luka biasa, infeksi yang terjadi pun dianggap biasa padahal berdampak buruk bagi kesehatan penderita dalam beberapa waktu ke depan.

Pemerintah harus sigap

Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara harus waspada terkait ancaman kasus luar biasa yang terjadi di Provinsi NTT. Demikian juga menurunnya kontrol pemerintah terhadap vaksin hewan peliharaan. Dinas Kesehatan juga harus meningkatkan imbauan dan gelar pelatihan terpadu bagi tenaga kesehatan fasilitas kesehatan primer terkait assesment, pelatihan pencegahan dan pemberian vaksinasi dan serum anti Rabies di tiap Fasyankesnya agar senantiasa terampil ditiap kasusnya. Hal itu tentu agar pertahanan Kesehatan daerah kuat dari ancaman penularan Virus Rabies. Anjing masih menjadi hewan peliharaan favorit masyarakat di Maluku Utara selain Kucing, Sapi, kambing dan Burung, namun Anjing agak berbeda sebab di daerah Anjing lebih dekat secara emosional dengan kehidupan manusia. Namun alangkah baiknya selalu dikontrol kesehatannya di dokter hewan, dan diikat agar tak mengganggu masyarakat. (*)

Opini ini sudah terbit di koran Malut Post edisi, Kamis 08 Juni 2023.

Komentar

Loading...