Prevalensi Stunting Masih Tinggi, BKKBN Malut Gencarkan Sosialisasi

Kepala BKKBN Malut saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana

Ternate,  malutpost.id --  Angka prevalensi stunting di Provinsi Maluku Utara (Malut) masih sangat tinggi, sehingga patut diwaspadai. Sampai saat ini, angka prevalensi stunting mencapai 26,1 persen. Di mana lebih tinggi dari angka rata-rata nasional 21,6 persen dan diatas standar tolerir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni di bawah 20 persen.

Data itu diungkpakan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Malut  Renta Rego, saat membuka Sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dan Program Bangga Kencana bersama Mitra Kerja, di Kelurahan Toboko Kecamatan Ternate Selatan, Rabu (21/6) lalu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kordinator Pengembangan Program Bina Keluarga Remaja BKKBN Pusat Asep Sopari, S.pd, M.Sc., dan Kepala Dinas DPPKB Kota Ternate Rajman Makka, Skm, M.Kes. Selain itu, juga dihadiri Hambali Idris selaku Staf Ahli Anggota DPR RI Dapil Malut Irine Yusiana Roba Putri dan Sekretaris Lurah Toboko Nur Zannah Fadel serta ratusan warga Kota Ternate dari Kecamatan Ternate Selatan.

Renta menegaskan, stunting merupakan ancaman pembangunan di masa mendatang. Sebab akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) ke depannya. Karena, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar. "Ini kalau tidak ditangani dapat memberikan dampak serius, seperti gagal tumbuh, ganguan kognitif dan ganguan metabolisme pada anak. Maka harus dilakukan pencegahan sejak dini,"terangnya.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...