Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Maluku Utara Meningkat

Musfirah Alhadar. (Foto: Narto/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Kasus kekerasan perempuan dan anak di Maluku Utara meningkat. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Malut, mencatat sejak Juni 2022 hingga Juni 2023 sudah lebih dari 100 kasus yang menimpa perempuan dan anak.

"Kasus data kekerasan terhadap perempuan dan anak sesuai data yang dimiliki DP3A Maluku Utara sudah pada angka 100 lebih," ungkap Kepala DP3A Maluku Utara, Musrifah Alhadar malutpost.id, Jumat (30/6/2023).

Menurut Musrifah, dari 10 daerah di Malut, Kabupaten Kepulauan Sula tercatat paling tinggi. Karena itu, dia meminta pemda dan apaarat setempat bekerja sama mendukung menurunkan angka kasus.

"Ini yang terlapor, yang kita takutkan itu belum terlapor (juga banyak)," ungkap dia.

DP3A Malut, lanjut Musfirah, terus mendorong perempuan dan anak untuk menyuarakan tindak kekerasan yang dialami, karena akan didukung oleh pemerintah.

"Kalau ini tidak dilaporkan maka tidak akan memberikan efek jera bagi para pelaku, sehingga para pelaku akan dengan leluasa melakukan kejahatan dengan memikirkan bahwa tidak akan pernah ada sanksi hukum,"pungkas Musfirah. (wm-02)

Komentar

Loading...