Sempat Menolak, Warga Desa Fatkauyon  Sepakat Tarian Bela Yai Ditampilkan di Istana Negara saat HUT RI ke-78

Tarian Bela Yai

Sanana, malutpost.id – Sempat menolak, sejumlah tokoh adat dan Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara akhirnya sepakat tarian Bela Yai ditampilkan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 di Istana Negara Republik Indonesia pada 17 Agustus 2023 nanti.

Ini setelah Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula menggelar rapat bersama dengan pemerintah desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Desa Fatkauyon, Kamis (6/7/2023). Dan akhir dari rapat itu, disepakati tarian Bela Yai tampil di Istana Negara.

"Iya, sudah ada kesepakatan. Termasuk  penari diambil dari desa lain. Jadi dari  25 penari, 19 orang dari Desa Fatkauyon dan 6 orang lainya akan diambil dari luar Desa Fatkauyon," kata Kepala Desa Fatkauyon, Badrun Yoisangadji kepada malutpost.id melalui panggilan telepon, Jumat (7/7/2023).

Badrun menjelaskan, alasan pemerintah daerah melibatkan penari dari desa lain, semangatnya adalah rasa memiliki.

Ia mengatakan kolaborasi itu baru akan terjadi pada saat tampil di Istana Negara nanti. Tarian Bela Yai,  kata dia, dari dulu hingga saat ini,  setiap ditampilkan tidak pernah melibatkan warga desa lain. Tarian tersebut ketika ditampilkan punya syarat tertentu. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh masyarakat Desa Fatkauyon.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah, jika mengambil penari dari desa lain, paling tidak punya darah keturunan dari Desa Fatkauyon . Selain itu, penari dari luar ketika diajarkan tarian tersebut terlebih dahulu melewati beberapa ritual. “Ada juga. Saat keluar dari desa untuk berangkat,  itu juga ada ritualnya. Ini yang jadi persoalan ketika mengambil sebagian peserta dari luar. Yang jelas pemerintah desa tidak bertanggungjawab bila dikemudian timbul masalah,” tuturnya. (mg-01)

Komentar

Loading...