Ini Penjelasan Sekda Maluku Utara Soal Tungggakan Hutang TPP Nakes RSUD Chasan Boesoeirie

Samsuddin Abdul Kadir

Ternate, malutpost.id -- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir menyebut pembayaran sisa tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) RSUD Chasan Bosoerie menunggu anggaran APBD Perubahan.

Samsuddin kepada sejumlah wartawan mengatakan, soal TPP tersebut sudah sesuai kesepakatan beberapa waktu lalu dimana telah dilakukan pembayaran tiga bulan tahun berjalan.

"Kita sudah menyepakati yang lalu, itukan tiga bulan kita bayar hutang, bayar di tiga bulan tahun berjalan," kata Samsuddin, kepada sejumlah wartawan, di Hotel Sahid Bela, Selasa (11/7/2023).

"Artinya sudah oke, kemudian sekarang berkembang bahwa kita harus membayar yang 9 bulan. Itukan kita sudah janjikan nanti di perubahan anggaran, permasalahannya sekarang belum perubahan anggaran," sambung dia.

Terkait itu, pihaknya memaklumi apa yang diinginkan sejumlah tenaga kesehatan. Perlu dipahami, lanjut Samsuddin, bahwa anggaran itu belum teranggarkan sehingga tidak boleh sembarangan mengambil langkah.

"Yang kemudian itu juga nanti bisa menyebabkan pidana kepada kita," kata Samsuddin.

Ia berujar, ketika membayar sesuatu yang sebenarnya tidak dianggarkan, tidak bisa seenaknya ambil uang dari kas daerah untuk pengeluaran yang tidak direncanakan.

Selanjutnya, disentil soal rapat dengan sejumlah Nakes, ia mengatakan, tidak perlu lagi ada pertemuan. Sebab Dinkes Maluku Utara cukup menyurat ke DPRD Provinsi Maluku Utara untuk meminta dukungan.

"Nanti kita bicarakan lagi, tapi menurut saya tidak perlu ada rapat. Kan tinggal Dinkes menyurat ke DPRD minta dukungan," pungkasnya. (mg-12)

Komentar

Loading...