Cerita Diman Abaela, Sulap Semak Belukar Jadi Lahan Produktif dengan Puluhan Jenis Tanaman

Diman Abaela bersama Spiatun, petani yang dipercayakan mengolah lahan tersebut.

Ternate, malutpost.id -- Lahan seluas 0,75 hektar milik Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan (BPPK), sekian lama ditumbuhi semak belukar dan tak terurus. Selain semak-semak, lahan kecil yang berada tepat di belakang kantor BPPK itu juga "ditumbuhi" batu.

Gambaran itu terjadi dua tahun silam, saat ini lahan tersebut disesakai berbagai tanaman bulanan yang menghijau, mulai dari kangkung, terong, ketimun, sawit, bawang dan jagung berhimpitan di atas tanah garapan yang kelolah oleh dua petani binaan BPPK dengan penghasilan jutaan sekali panen.

Semua itu tak lepas dari kerja keras dari seorang penyuluh pertanian Diman Abaela.

"Saya dan beberapa teman minta izin ke pimpinan (kepala BPPK) agar lahan di belakang kantor ini kita bersihkan dan tanam, tanaman bulanan,"kata Diman di sela-sela panen jagung manis, Jumat (14/7/2023).

Dia menjelaskan, ada tiga petani dari luar kelurahan setempat berhasil mengelola lahan seluas 0,75 hektar dan menanam beragam tanaman.

Di tengah tantangan semak belukar dan batu, tiga petani yang menerima bimbingan dari penyuluh pertanian tetap bekerja hingga lahan siap digarap dan ditanami.

"Pendampingan ini menunjukkan potensi besar bagi keberhasilan petani dalam mengelola lahan pertanian mereka,"kata Diman.

Hasil kerja keras petani tidak sia-sia. Lahan tersebut telah diolah sebanyak tiga kali, menandakan ketekunan petani dalam merawat tanaman mereka.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...