Pernah Dapat Sanksi Teguran Keras dari DKPP, KIPP Maluku Utara Desak Timsel Bawaslu Gugurkan Peserta Ini

Logo Bawaslu.

Ternate, malutpost.id -- Tim seleksi (Timsel) komisioner Bawaslu diminta tidak meloloskan Adidas La Tea dari pencalonan sebagai anggota Bawaslu Kabupaten Pulau Taliabu untuk Pemilu 2024 mendatang.

Pasalnya, Adidas pernah diberhentikan dari jabatan sebagai Ketua Bawaslu Taliabu oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena tidak profesional dalam menangani pelanggaran Pilkada Taliabu pada 2020 lalu.

Hal itu tertuang dalam putusan DKPP Nomor: 01-PKE-DKPP/I/2021. Dalam amar putusan DKPP tersebut, Adidas La Tea mendapat sanksi diberhentikan dari jabatan sebagai Ketua Bawaslu Taliabu, ia juga diberikan sanksi peringatan keras oleh DKPP karena dinilai tidak cermat dan tak profesional.

Dalam perkara ini, DKPP juga ikut menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Teradu II Mohtar Tidore selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Pulau Taliabu.

Tak hanya itu, DKPP turut menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Teradu II Lylian selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Pulau Taliabu.

Terpisah, Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Provinsi Maluku Utara, Nurdin Muhammad mengatakan surat keputusan DKPP sebenarnya menjadi dasar bagi Timsel untuk mengambil sikap.

Akademisi Unkhair Ternate itu menegaskan, bukti putusan DKPP ini harus menjadi dasar bagi Timsel untuk menilai agar tidak lagi diakomodir sebagai penyelenggara pemilu.

Menurut dia, putusan DKPP juga bisa dibaca sebagai tanda bahwa yang bersangkutan (Adidas) tidak profesional dan tak bisa lagi dipertimbangkan untuk masuk sebagai anggota komisioner.

Nurdin menyebut secara etik yang bersangkutan tidak lagi memiliki kompetensi dan kapasitas serta integritas untuk menjadi penyelenggara.

"Sekali lagi dengan dalil putusan DKPP ini, saya kira Timsel tidak boleh menutup mata dengan persoalan seperti ini, sebab ini berkaitan dengan integritas penyelenggaraan pemilu itu sendiri,"ujar Nurdin.

Nurdin mengatakan status Adidas yang cacat di mata DKPP mestinya tidak boleh lagi diakomodasi oleh Timsel untuk masuk keenam besar.

"Ini sudah jelas, bawah sanksi yang diberikan DKPP menunjukan Adidas tidak profesional dan tidak layak lagi untuk menjadi penyelenggara,"pungkasnya.(ikh)

Komentar

Loading...