Dua Pejabat Kepulauan Sula Dipanggil BPKP Soal Audit Korupsi BTT

Willy Febri Ganda.

Sanana, malutpost.id -- Tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Maluku Utara, memanggil dua pejabat Kepulauan Sula dan satu mantan pejabat terkait audit korupsi biaya tidak terduga (BTT) tahun 2021 sebesar Rp28 miliar.

Panggilan klarifikasi ini dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula, sejak Selasa (25/7/2023) dengan tujuan menentukan kerugian negara dugaan korupsi perkara yang kini ditangani Kejari Kepsul itu.

Informasi yang dihimpun malutpost.id menyebutkan, pejabat yang dipanggil di antaranya, Kepal Dinas Kesehatan Kepulauan Sula, Suryati Abdullah, Sekwan Ali Umanahu dan mantan Kepala Dinas Kesehatan.

Kepala Sub Seksi Penindakan Pidana Khusus Kejari Sula, Willy Febri Ganda membenarkan, panggilan klarifikasi oleh BPKP Maluku Utara.

"Iya, BPKP Malut sekarang melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi BTT," kata Wily kepada malutpost.id, Selasa (27/7/2023).

Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui saksi-saksi siapa saja yang dimintai klarifikasi oleh BPKP Maluku Utara pagi tadi karena masih berada di luar daerah.

"Saya tidak tahu berapa saksi yang diperiksa pagi tadi. Tapi yang jelas puluhan saksi yang sebelumnya diperiksa Kejari Kepulauan Sula itu akan diminta klarifikasi," pungkasnya.(mg-01)

Komentar

Loading...