Somasi Tak Dihiraukan, IDI Maluku Utara Tempuh Jalur Hukum

Kuasa hukum IDI Malut saat menyerahkan dokumen somasi di RSUD Chasan Bosoerie.

Ternate, malutpost.id -- Somasi yang diajukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Maluku Utara, kepada Direksi RSUD Chasan Bosoeirie soal pembayaran tambahan penghasilan pegawai atau TPP tak membuahkan hasil.

Poin somasi kedua tersebut ialah meminta pembayaran TPP 18 dokter selama 17 bulan dengan total Rp5 miliar.

"Kita sudah layangkan somasi kedua jika tidak ditindaklanjuti akan kita bawa ke ranah hukum terutama di Pengadilan Negeri," kata Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Maluku Utara, M. Bahtiar Husni selaku kuasa hukum IDI Malut.

Bahtiar merinci, TPP Rp5 miliar itu terhitung dari tahun 2017 dan 9 bulan di tahun 2022. Untuk tahun 2017, TPP per bulan Rp15 juta per orang, sedangkan pada 2022, per bulan Rp20 juta per dokter.

Dari hitungan itulah, ditemukan ada sekitar Rp5 miliar yang belum dibayarkan kepada 18 dokter.

"Kalau 2017 totalnya sebesar Rp2,1 miliar, sedangkan tahun 2022 per orang Rp20 juta dikalikan 18 dokter ditemukan Rp3,24 miliar," ungkap Bahtiar.

Bahtiar bilang, pihaknya akan terus mengawal hingga hak para dokter yang berugas di RSUD Chasan Bosoeirie dapat dibayarkan

"Kami pikir hal ini yang harus diperhatikan tanpa bertanggung jawab dan lepas tangan begitu saja," pungkas Bahtiar. (wm-02).

Komentar

Loading...