Kasus Kuba Mesjid Desa Pelita Sudah Ditangan Tipikor, Kapolres Halmahera Selatan: Tetap Diproses

Papan proyek pengadaan Kuba mesjid 2021

Ternate, malutpost.id -- Kasus kuba Mesjid Desa Pelita, Kecamatan Mandioli Utara, Halmahera Selatan oleh mantan kepala desa inisial SU saat ini telah ditangani penyidik Tipikor Polres Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Informasi yang dihimpun malutpost.id, menyebutkan, penyidik Tipikor Satreskim Polres Halsel telah menggelar pemanggilan sekaligus pemeriksaan  sejak 7 Agustus lalu terhadap mantan kepala desa periode 2016-2022 itu.

Pemeriksaan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan penggunaan APBDes tahun 2021 terkait pembelian kuba mesjid dengan nilai anggaran Rp 150 juta sejak tahun 2021. Kuba yang seharusnya diadakan dengan dana ratusan juta itu ternyata tidak dilakukan mantan kades hingga berakhir masa jabatannya.

Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Aditya Kurniawan, saat dikonfirmasi malutpost.id, mengatakan, masih dalam tahapan pemeriksaan Tipikor.

Kondisi landasan Kuba mesjid Al-muhajirin Pelita

"Masih diperiksa Tipikor, dari alat  bukti yang ada kita menghitung berapa kerugian negara. Nanti kita lihat hasil perhitungan dari penyidik," kata Kapolres, melalui sambungan telepon, Sabtu (2/9/2023).

Untuk itu ia menegaskan, kasus tersebut tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk kasus tetap diproses. Tetap diproses, ini uang mesjid," tegas Kapolres menutup. (mg-12)

Komentar

Loading...