Klaim Pencemaran Sungai Sagea Karena Longsor, HMI: DLH Maluku Utara Jangan Sembarangan Berkesimpulan

Ketua Bidang SDA dan Lingkungan Hidup HMI Cabang Ternate, Yusril Buang.

Ternate, malutpost.id -- Laporan sementara dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara yang mengklaim pencemaran dan perubahan warna air di sungai Sagea, Kabupaten Halmahera Tengah, selama hampir 1 bulan ini bukan akibat dari operasi perusahaan tambang, melainkan adanya longsor di dalam Gua Boki Maruru menuai kecaman dari HMI Cabang Ternate.

Ketua Bidang SDA dan Lingkungan Hidup HMI Cabang Ternate, Yusril Buang mengatakan, pihaknya melihat ada upaya pembelaan yang dilakukan DLH terhadap lima perusahaan yang beroperasi di hulu sungai Sagea.

"Itu dibuktikan dengan pernyataan DLH sendiri yang mengatakan belum ada riset mendalam tentang penyebab keruhnya sungai Sagea, tapi DLH sudah berani menyampaikan klaimnya dihadapan publik bahwa tercemarnya sungai Sagea disebabkan karena terjadinya longsor didalam sungai Boki Maruru," tegas Yusril, Kamis (7/9/2023).

Menurut dia, DLH harusnya lebih objektif dalam menanggapi persoalan kerusakan lingkungan di Sagea. Sebab di sana ada ribuan nyawa yang bergantung hidup pada sungai tersebut.

Terlebih lagi, ekosistem dan keragaman hayati yang turut mati dikarenakan perubahan warna pada sungai juga laut yang menjadi tumpuan hidup masyarakat ikut terdampak kerusakan.

"Toh kenapa pemerintah dalam hal ini DLH provinsi sebagai representasi masyarakat belakangan ini semacam tidak memperhatikan hajat hidup masyarakatnya, tapi lebih cenderung membela perusahaan perusak lingkungan," ungkap dia.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...