Tercemarnya Sungai Sagea, DPRD Maluku Utara Sebut Pemerintah Lalai Dalam Pengawasan

Anggota Komisi III DRPD Provinsi Zulkifli Hi. Umar

Ternate, malutpost.id -- Tercemarnya sungai Sagea, Kabupaten Halmahera Tengah yang diduga faktor tambang, anggota komisi III DPRD Maluku Utara Zulfikar Hi Umar, mengatakan karena kelalaian pemerintah provinsi dalam pengawasan.

"Menurut saya ini karena kelalaian dari pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan-kegiatan pertambangan di Maluku Utara," kata Zulfikar, kepada wartawan saat rapat RDP di Ternate,  Kamis (8/8/2023).

Dia bilang, perusahaan tambang itu sudah memiliki analisis dampak lingkungan atau Amdal, dimana lokasinya juga sudah jelas melakukan proses pertambangan.

Untuk itu, lanjut Zulfikar, harusnya sudah tahu, dimana lokasi Bokimaruru. Lalu areal pertambangan mestinya ketika mengetahui Bokimaruru yang menjadi salah satu daerah konservasi itu, pemerintah lewat dinas terkait harus melakukan fungsi pengawasan secara baik sehingga tidak berdampak seperti saat ini.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...