Kepulauan Sula Hanya Punya 1 Guru SMP Bersertifikat Guru Penggerak

Ilustrasi guru penggerak.

Sanana, malutpost.id -- Kementrian Pendidikan Kebudayan dan Ristek (Kemendikbud Ristek) mewajibkan syarat utama menjadi kepala sekolah adalah pendidik yang memiliki sertifikat guru penggerak.

Syarat itu belum bisa diterapkan di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, karena 99 persen guru di Kepsul belum bersertifikasi guru penggerak.

“Sekarang syarat jadi kepala sekolah bukan lagi pakai nomor unik kepala sekolah (NUKS) tetapi sertifikat guru penggerak,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Kepulauan Sula, Rizal Buamona, Rabu (13/9/2023).

Menurut dia, regulasi guru penggerak tersebut diatur dalam Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Sementara, lanjut Rizal, guru di Kepulauan Sula yang memiliki sertifikat guru penggerak masih sangat minim. Data Diknas Kepsul, hanya ada 3 guru yakni 1 guru SMP atas nama Supriono Rianto, satu guru SMK dan satu guru SMA di Falabisaha.

“Jadi kita mendorong guru di Sula siapkan diri untuk mengikuti seleksi program sekolah pengerak dari Balai Guru Penggerak (BGP). Karena Kepulauan Sula di 2023 ini mendapat jatah sebanyak 40 orang guru penggerak,”papar dia. (mg-01)

Komentar

Loading...