Kasus Korupsi Jual Beli Lahan, Bupati Halmahera Barat Diperiksa Kejari Selama Tiga Jam

Bupati Hamahera Barat usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Jailolo

Jailolo, malutpost.id -- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Barat, Maluku Utara memeriksa Bupati Halbar James Uang, Senin (25/9/2023).

Bupati Jemas diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jual beli lahan. Bupati diperiksa di ruang Pidsus selama 3 jam lamanya.

Pantauan malutpost.id, Bupati James mendatangi kantor Kejari mengenakan seragam abu-abu sekira pukul 09.00 WIT.

Bupati Jemas keluar dari kantor Kejari sekira pukul 11.35 WIT. Saat dicegat wartawan Bupati menjelaskan, dipanggil dan dimintai keterangan soal kasus dugaan korupsi jual beli lahan.

"Saya kan dipanggil untuk memberi keterangan sebagai saksi kasus masalah lahan," kata Bupati kepada wartawan.

Ditanya soal apa saja pertanyaan penyidik, Bupati mengaku sekitar 15 pertanyaan yang disodorkan penyidik termasuk kaitannya dengan tiga tersangka yang sudah ditahan yakni DS alias Demianus dan RS alias Rahmat serta RL alias Ramli.

"Tadi saya disodorkan kurang lebih 15 pertanyaan dan saya sudah mengklarifikasi semua hal itu dan saya kira aman-aman saja," tambah politisi Partai Demokrat ini.

Terpisah, Kajari Halbar Kusuma Jaya Bulo yang dikonfirmasi membenarkan pemeriksaan Bupati tersebut. "Iya Pak Bupati kita periksa soal kasus lahan," terangnya. Dia menyebut, dalam kasus ini siapapun orang, siapapun jabatannya ketika penyidik menganggap perlu pembuktian maka penyidik wajib memanggil. "Kan setiap orang di depan hukum itu kan sama," jelasnya.

Disinggung soal keterangan Bupati yang disodorkan sekitar 15 pertanyaan oleh penyidik, Kejari mengaku pertanyaan itu seputar dengan kewenangan Bupati James Uang dalam kasus lahan ini. "Iya itu seputar kewenangan sebagai pak Bupati seperti enetapan lokasi (Penlok)" tuturnya. (k-01)

Komentar

Loading...