Polda Maluku Utara Didorong Buka Ulang Penyelidikan Dugaan Ijazah Bupati Halmahera Selatan

Mansur Abdul Fatah didampingi PH Agus Salim R. Tampilang saat di wawancara wartawan di Kantor Ditreskrimsus Polda Malut. (Foto. Ridwan/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) didorong membuka kembali kasus dugaan ijazah palsu milik Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik.

Pasalnya, kasus tersebut pernah diselidiki oleh Ditreskrimum namun dihentikan atau SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) beberapa bulan lalu. Ini menyusul beredarnya rekaman percakapan telepon antara staf khusus Bupati Usman Sidik, Rahim Yasin dan Ilham Basra, mantan Anggota DPRD Halsel di media sosial.

"Harus diusut kembali karena masalah tersebut (rekaman percakapan) sudah beredar di publik," kata Agus Salim R. Tampilang, penasehat hukum Mansur Abdul Fatah, terlapor penyebar rekaman percakapan soal ijazah palsu, kepada malutpost.id, Rabu (27/9/2023).

"Ditreskrimum Polda Malut harus usut tuntas kasus dugaan ijazah palsu, karena ini sangat memalukan buat nama baik penyidik (Polda Malut)," kata Agus

Agus bilang, jika kasus itu tidak diusut kembali, maka besar kemungkinan rekaman percakapan yang menyeret nama penyidik dalam pusaran kasus tersebut benar.

"Kalau penyidik merasa rekaman tidak benar, maka harus dibuka kembali agar kita dapat mengetahui apakah rekaman itu hanya dibuat-buat atau memang benar," pungkas dia. (wm-02).

Komentar

Loading...