Maraknya Kasus Asusila Terhadap Anak, DPRD Desak Ini ke Pemkot Ternate

Nurlela Syarif

Ternate, malutpost.id -- Maraknya kasus asusila terhadap anak akhir-akhir ini, komisi III DPRD minta perhatian serius pemerintah kota (Pemkot) Ternate. Anggota DPRD komisi III Kota Ternate, Nurlaela Syarif mengatakan, Kota Ternate darurat pencabulan anak, dimana indikatornya terjadi di lingkungan sekolah juga rumah, baik pelaku sendiri dari oknum guru, orang tua ayah kandung, anak usia remaja dan oknum-oknum pelaku lainnya yang sangat tidak bertangungjawab melakukan aksi asusila atau penyimpangan terhadap anak.

"Tentu persoalan ini sangat merisaukan dan mengancam masa depan anak baik mental dan psikologi," kata Nurlaela Syarif, kepada malutpost.id, Selasa (3/10/2023).

Sehingga menurut politisi Partai NasDem itu, bahwa angka tindakan asusila atau kekerasan seksual ini harus menjadi prioritas serius pemerintah daerah.

"Misalkan kami mendesak walikota agar segera mengambil langkah tegas pemberlakuan jam malam bagi setiap kelompok masyarakat usia anak 18 tahun," jelas Nurlaela.

Untuk itu, kata Nurlaela, harus dibentuk satgas pantau dan satgas tindak pada jam malam yaitu jam 22.00 WIT. Sehingga lanjut dia, tidak ada lagi ruang untuk anak berkeliaran bebas di jalan dan tempat publik dengan melibatkan peran di tingkat kelurahan, RT RW dan Bhabinkamtibmas.

"Harus ditindak tegas agar dikembalikan kerumah masing-masing, tidak dibiarkan berkeliaran secara bebas di area publik," kata Nurlaela menegaskan.

Nurlaela bilang, DPRD komisi III beberapa hari lalu sedang menangani kasus pencabulan usia anak tingkat SD, dan SMP di salah satu kelurahan di Ternate Utara.

"Kami berkoordinasi dengan pihak terkait, ada beberapa poin urgensi harus dilakukan karena kita tahu Ternate ini sudah dicanangkan sebagai kota layak anak. Namun kasus pencabulan merajalela, selama ini belum ada upaya efek jera, karena alasan UU perlindungan anak," jelasnya.

"Menurut kami jika pelaku adalah masuk kategori usia anak, tetap harus ada efek jera dalam penanganan proses hukumnya," pungkasnya. (mg-12)

Komentar

Loading...