Kunjungi Posko Pengungsi, Gubernur Minta Pemkot dan Pemprov ‘Bakubantu’ Bangun Rumah Korban

Gubernur saat bertemu warga korban kebakaran di posko pengungsian

Ternate, malutpost.id -- Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba atau AGK mengunjungi ratusan warga korban kebakaran Kelurahan Bastiong Karance, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIT malam tadi, gubernur langsung menyambangi warga korban kebakaran di dalam tenda pengungsian.

Kunjungan orang nomor satu Maluku Utara itu, untuk memastikan kondisi para korban maupun pengelolaan dinas-dinas terkait, baik kota maupun provinsi mengenai bantuan dari berbagai pihak dapat diatur dengan baik.

"Saya berharap bantuan masyarakat itu di manejemen baik-baik sehingga jangan sampai ada yang mengeluh, ada yang dapat, ada yang tidak dapat, anak-anak punya perlengkapan sekolah itu harus betul-betul dimenejemen sehingga tidak ada masalah," kata Gubernur, kepada malutpost.id, saat ditemui di posko pengungsian, Kamis (5/10/2023) malam.

"Karena setiap persoalan yang terjadi itu sampai ada yang masuk bui karena tidak rapi diatur," sambung KH. Abdul Gani Kasuba.

Untuk itu, ia ingatkan kepada petugas terutama dinas sosial agar betul-betul mengelola dengan sebaik-baiknya.

"Saya berharap mereka betul-betul manejemen bae-bae (baik-baik) kepada orang yang kena musibah ini. Sehingga jangan sampai kitorang (kami) kenal musibah lagi," harap gubernur.

Gubernur bilang, setiap musibah jika diurus dengan baik maka Allah akan berikan kemudahan yang terbaik.

"Tapi kalau bikin susah, Allah akan bikin susah kitorang (kami) lagi," katanya mengingatkan.

Tak hanya itu, terkait rumah-rumah korban yang rusak, AGK mengatakan pemerintah kota bersama provinsi secepatnya lakukan perbaikan.

"Insya Allah rumah-rumah yang rusak itu bisa diperbaiki, ada kota dan provinsi barangkali bakubantu (saling membantu), paling kurang rumah belum selesai dorang (mereka) sudah bisa tinggal," ujarnya.

Sebab menurut gubernur korban yang ada itu memiliki pekerjaan seperti bekerja di perikanan, ada di pertanian dan ada yang berjualan.

"Jangan sampai ada masalah, tiap saat musibah segala macam musti meninggalkan jadi persoalan, itu yang harus kitorang (kami) jaga," katanya menegaskan.

"Paling kurang harus perbaiki dong pe (mereka punya) rumah-rumah supaya dorang (mereka) pulang, paling kurang dalam waktu 10 atau 20 hari itu dorang (mereka) sudah pulang kesana," pungkasnya. (mg-12)

Komentar

Loading...