Angka Kecelakaan Pekerja Tambang PT IWIP Tinggi, Ini Kesepakatan Disnakertrans Malut dengan Perusahaan

Ilustrasi kecelakaan kerja.

Ternate, malutpost.id -- Perusahaan tambang PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menjadi salah satu perusahaan dengan angka kecelakaan tertinggi di Maluku Utara.

Kepala Disnakertrans Maluku Utara, Marwan Polisiri mengatakan, tingginya insiden kecelakaan yang merengut nyawa karyawan tersebut, pihaknya telah melakukan kesepakatan bersama perusahaan PT IWIP di Kabupaten Halmahera Tengah itu terkait pengawasan keselamatan.

"Kurang lebih ada 6 poin yang telah sepakati terkait tingginya angka kecelakaan kerja di perusahaan PT IWIP," kata Marwan, kepada wartawan, Kamis (19/10/2023).

Marwan menyebut, enam poin itu di antaranya melakukan inspeksi bersama area kerja dua bulan sekali, diskusi dan koordinasi dengan tim Disnaker atas temuan internal inspek, diskusi dan koordinasi dengan tim disnaker dalam hal upaya-upaya pemenuhan persyaratan peraturan Kemenaker, mengadakan pelatihan safety leadership para forman di lapangan, pemeriksaan dan sertifikasi peralatan kerja khususnya alat angkat, sudah lebih dari 5000 alat yang diperiksa dan disertifikasi.

"Kesepakatan itu salah satunya bahwa tiap dua bulan melakukan supervisi bersama, itu salah satu kesepakatan gara-gara tinggi angka kecelakaan kerja," sambung Marwan.

Ia bilang, Disnakertrans tidak tinggal diam namun sedang berupaya meminimalisir masalah tersebut.

Lanjut Marwan, bahwa saat ini ada 62 ribu tenaga kerja di PT IWIP sehingga mempengaruhi banyaknya kecelakaan.

"Dengan banyaknya orang sehingga kerja torang (kita) jadi lebih berat. Jumlah tenaga kerja 62 ribuan orang, tapi memang semua berharap tidak ada aksiden di perusahaan," ujarnya.

Kadis berujar, pihaknya menghimbau dan menekan sebagai bentuk antisipasi tidak terjadi kecelakaan kerja. Ia menambahkan, kecelakaan kerja di perusahaan besar sudah pasti terjadi.

"Kami menghimbau dan menekan itu, tapi torang (kami) bukan Tuhan. Namanya perusahaan besar sudah pasti ada kecelakaan," katanya.

Untuk itu, ia menyebut Disnakertrans punya fungsional pengawas yang berjumlah 6 orang dan pengawas mediator ada 3 orang yang bisa turun langsung di area perusahaan.

"Yang bisa turun langsung di perusahaan tersebut hanya mereka itu, yang lain tidak bisa," pungkasnya. (mg-12)

Komentar

Loading...