Kasus Korupsi Retribusi di Disperindag Menunggu Hasil Audit Inspektorat

Aan Syaeful Anwar. (Foto: Ridwan/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, Maluku Utara, menunggu hasil audit kerugian negara dari Inspektorat terkait kasus korupsi penggelapan uang retribusi pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate senilai Rp1 miliar lebih.

Pajak retribusi yang menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Ternate tercatat sejak Februari 2022 hingga Januari 2023 tidak disetor ke kas daerah oleh oknum pegawai di Disperindag.

Kepala Kejari Ternate Abdullah melalui Kasi intel Aan Syaeful Anwar ketika di konfirmasi mengatakan, berkas tersebut sudah diserahkan ke Inspektorat, sehingga penyidik tinggal menunggu hasilnya.

"Kita tinggal tunggu saja hasil audit dari Inspektorat," kata Aan, Kamis (19/10/2023).

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi dana retribusi tahun 2022 ini mulai mencuat ke publik saat salah satu penyewa ruko meminta bukti pembayaran untuk kepentingan usaha, namun tak dapat dipenuhi oleh oknum pegawai Disperindag berinisial N.

Di situ, dari hasil penyelidikan, tim Pidsus Kejari Ternate juga telah melakukan pencocokan data terkait dengan slip pembayaran pada kasus penyetoran retribusi lapak ke kas daerah senilai Rp 1 miliar lebih. (wm-02)

Komentar

Loading...