Pulau Mangoli Dikepung IUP, Front Bumi Loko Desak Pemprov Maluku Utara Cabut Izin Tambang

Unjuk rasa Front Peduli Kou, Kamis (19/10/2023)

Ternate, malutpost.id -- Front Bumi Loko (FBL) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, menggelar aksi penolakan PT. Indomineral yang beroperasi di Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Kamis (19/10/2023).

Unjuk rasa tersebut dilakukan di tiga titik dalam Kota Ternate, yakni depan kantor Radio Republik Indonesia (RRI), depan pasar Barito dan kantor Wali Kota Ternate.

Koordinator aksi, Apriadi Buton kepada malutpost.id, mengatakan, protes kehadiran tambang PT. Indomineral di Desa Kou bukan baru pertama kali digelar.

Dia bilang, aksi berlanjut ini mendorong pemerintah segera mencabut 10 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterbitkan Pemprov Malut, sebab menurut mereka, kehadiran tambang tidak menjadi solusi mensejahterakan masyarakat melainkan merusak lingkungan.

"Pulau Mangoli memiliki luas wilayah hanya 83.635,94 hektar, dan saat ini sudah masuk dalam lingkaran merah areal pertambangan, tentu ini menjadi ancaman serius untuk masyarakat setempat," tegas Apriadi.

Dalam datanya, lanjut Apriadi, 10 IUP yang diterbirkan sejak tahun 2018 itu salah satunya adalah PT. Indomineral. Bahkan perusahaan yang akan menggarap bijih besi itu telah melakukan survei dan memasang patok di kebun warga Desa Kou tanpa sepengetahuan pemilik kebun dan pemerintah desa.

"Desa yang terletak di bagian Timur Pulau Mangoli ini mayoritas masyarakat petani kelapa, cengkeh, kakao dan pala. Hasil kebun yang selalu menjadi sumber kehidupan yang diandalkan untuk kelangsungan hidup dan biaya pendidikan anak-anak mereka," jelas dia.

"Segera cabut 10 IUP di Pulau Mangoli. Cabut PT. Indomineral di Desa Kou Kecamatan Mangoli Timur. Lindung Pulau Mangoli dari ancaman tambang. Dinas Kehutanan jangan berikan izin kepada segala bentuk pertambangan di Pulau Mangoli. Kementrian ESDM segera mengevaluasi IUP di Pulau Mangoli Kepulauan Sula," pungkasnya. (wm-02)

Komentar

Loading...