Ditpolairud Polda Maluku Utara Tangani 15 Kasus Hingga Oktober 2023

Kombes Pol Mugi Sekar Jaya. (Foto: Narto/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara sudah menangani 15 kasus sejak Januari hingga Oktober 2023. Dari 15 kasus tersebut, 13 diantaranya sesuai hasil penyidikan sudah dinyatakan lengkap (P21) sedangkan 2 lainnya dalam penyidikan.Direktur Polairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Mugi Sekar Jaya menyebutkan, dua kasus lain sedang dalam proses sidik.

"Jadi kita menunggu perkembangan yang dua kasus ini, mungkin dalam bulan ini sudah P21 juga," kata Ditpolairud Kombes Pol Mugi, kepada malutpost.id, Jumat (20/10/2023).

Jadi lanjut Mugi, kalau target yang ada pihaknya sesuaikan dengan anggaran yang ada, ada 16 kasus masih target satu kasus lagi.

"Tapi bukan berarti ada  kejadian atau kasus kita tidak melakukan penyidikan walupun mungkin secara DIPA anggaran kita hanya 15 kasus," jelasnya.

Ia menegaskan, dari jumlah itu tetap akan lakukan proses penyidikan. Mugi bilang, bahwa dari belasan kasus yang ada didominasi kasus bom ikan, selain itu kasus kayu, kasus BBM dan ada beberapa jenis kasus illegal lain.

"Selain bom ikan banyak kasus lain yang kita proses," katanya.

Mereka yang melakukan aktifitas illegal itu hampir di seluruh wilayah Maluku Utara mulai dari Kabupaten Pulau Morotai hingga Pulau Gebe.

"Selain Ternate ada dari Kabupaten Morotai dan pulau terluar kita, itu Pulau Gebe," sebut Kombes Pol Mugi.

Ia berujar, penindakan masalah destructive fishing sesuai data Ditpolair Polda Maluku Utara ada beberapa daerah yang menjadi atensi sehingga akan dilakukan penambahan kekuatan.

"Dan ini gak bisa kita kerjakan sendiri, kita tetap ada bantuan masyarakat serta Polres setempat dan instansi-instansi terkait," tandasnya.

"Kepada masyarakat agar memiliki kesadaran tidak mau lagi bom ikan, ada beberapa daerah seperti Halsel karena daerah kepulauan banyak ikan-ikan," tutupnya. (mg-12)

Komentar

Loading...