Warga Protes Ada Galian Pasir di Lokasi Proyek Asrama Haji Ternate

eskavator yang digunaka n untuk galian C di lokasi pembagunan asrama haji

Ternate, malutpost.id -- Proyek bangunan gedung asrama haji di RT 03 RW 03 Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara dengan melakukan galian material pasir di lokasi pekerjaan diduga tanpa izin.

Warga setempat protes pekerjaan yang dimulai sekitar dua bulan lalu itu. Karena galian material di lokasi proyek sangat mengancam rumah-rumah warga setempat.

"Beberapa bulan lalu proyek ini dikerjakan, warga sudah melihat ada penggalian material tanah yang kemudian protes itu disampaikan ke lurah dan salah satu konsultan proyek tersebut," kata warga yang enggan namanya diberitakan, kepada malutpost.id, Sabtu (21/10/2023).

Namun, lanjut warga, konsultan menjelaskan galian itu untuk pondasi.  Namun dalam perkembangan setelah pondasi selesai, tampak eskavator melakukan penggalian pasir yang begitu dalam yang berbatasan dengan dinding dan rumah penduduk.

"Hasil galian pasir digunakan untuk pembangunan gedung itu, protes warga didasari pada pertimbangan lingkungan hidup melalui konsultasi dengan ahli geologi yang menyebutkan bahwa pasir dalam tanah itu yg digali akan menyebabkan perubahan struktur tanah," tegasnya.

Tak hanya itu, protes juga sudah disampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate yang oleh pihak DLH mengatakan bahwa galian itu untuk pondasi.  Nyatanya pondasi tersebut sudah jadi tetapi galian masih jalan dengan kedalaman yang mengancam rumah warga.

Warga pun khwatir dengan kondisi yang ada, sebab aktifitas galian tersebut memang mengarah ke galian C yang awalnya sudah ditegur warga karena menganggu kenyamanan mereka. Untuk itu mereka meminta kembalikan material tersebut ke lokasi semula.

Lurah Ngade, Sahrudin mengatakan, mendengar laporan warga pihaknya langsung mengecek lokasi ternyata benar ada pekerjaan galian material yang mengakibatkan dampak negatif bagi warga.

"Iya sesuai yang saya lihat benar adanya pekerjaan galian material dil okasi proyek," kata Sahrudin.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...