Terbukti Melanggar Etik, Ini Sanksi Anggota Panwascam Ternate Barat yang Malas Berkantor

Asrul Tampilang. (Foto: Narto/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa atau P3S Bawaslu Kota Ternate, Asrul Tampilang, mengaku salah satu komisioner Panwascam Ternate Barat, Kota Ternate lakukan pelanggaran kode etik.

Asrul saat dikonfirmasi malutpost.id, Selasa (24/10/2023) mengatakan, kasus yang dilakukan satu anggota Panwascam inisial IE tersebut yang bersangkutan telah dipanggil dan diperiksa.

"Kita juga sudah mengundang ke kantor untuk klarifikasi, seluruh klarifikasi itu sudah dirangkum, hari ini adalah hari terakhir untuk memutuskan setelah ada pleno dengan pimpinan.

Meski begitu, Asrul bilang sampai saat ini belum ada kepastian terkait keputusan pelanggaran etik. Nanti setelah mendengar pendapat dari Bawaslu Malut.

"Pelanggaran etik tapi masih dalam taraf yang tidak terlalu tinggi. Jadi dari hasil klarifikasi sementara, bahwa betul ada pelanggaran karena dia tidak melakukan disiplin dalam kerja," ujarnya.

Menurut Asrul, dalam peraturan Bawaslu pasal 117 huruf M mengatur bahwa anggota Bawaslu harus bekerja penuh waktu sesuai surat pernyataan pada saat pendaftaran.

Asrul menjelaskan, sesuai pasal 103 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 huruf G menegaskan anggota Panwascam diangkat dan diberhentikan dengan memperhatikan masukan dari Bawaslu provinsi.

"Nah itu yang dia (IE) lalai. Kemudian jika kita lihat dari pemberian sanksi itu, tentunya kita harus berkoordinasi dengan Bawaslu provinsi. Harus mendengar pendapat dari Bawaslu provinsi," ungkap Asrul.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Bawaslu provinsi hasilnya bahwa pelanggaran itu mengarah ke pembinaan. Jadi mau tidak mau apa yang disampaikan Bawaslu provinsi nanti menjadi kontribusi kita dalam melakukan pleno," ujar dia.

Sementara, Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Utara, Masita Nawawi Gani saat dikonfirmasi malutpost.id, mengaku belum menerima informasi dari Bawaslu Kota Ternate terkait masalah tersebut.

"Kami belum menerima adanya laporan pelanggaran itu. Iya belum ada komunikasi," kata Masita singkat. (mg-12)

Komentar

Loading...