Pangkas Uang Beasiswa PIP, Kepsek SMK Negeri 7 Kepulauan Sula Dipolisikan

Ilustrasi pungli.

Sanana, malutpost.id -- Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Tamrin Fernatubun, dipolisikan oleh orang tua salah siswanya, Jumat (27/10/2023).

Tamrin dilaporkan ke Polres Kepulauan Sula oleh Aksan Fatmona, warga Desa Bega, Kecamatan Sulabesi Tengah karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan memotong uang beasiswa Program Indonesia  Pintar (PIP) sebesar Rp300 ribu per siswa penerima.

Mirisnya lagi, ada tiga siswa yang sama sekali tidak menerima uang beasiswa tersebut, namun terdapat bukti tanda tangan pada daftar penerima uang beasiswa PIP.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Kepsek Aksan juga meminta siswa-siswinya untuk mengumpulkan uang Rp100 ribu per siswa agar membeli saragam olahraga, akan tetapi sampai saat ini seragam tersebut belum juga diberikan.

Untuk itu, ia berharap kepada Kapolres Kepulauan Sula untuk serius dalam menangani serta menindaklanjuti laporan tersebut.

"Saya berharap Bapak Kapolres Kepulauan Sula bersedia untuk membantu menyelesaikan perkara pungli ini," pintanya.

Selain itu, Aksan juga meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara untuk memberhentikan Tamrin Ferbatuban dari jabatan Kepala Sekolah SMK Negeri 7 Kepulauan Sula.

"Orang-orang seperti ini harus dinonjob dari kepala sekolah. Karena orang seperti ini kalau dipertahankan maka, pendidikan Sula makin rusak," tegasnya.

Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Cahyo Widyatmoko saat dikonfiramasi malutpost.id, Sabtu (28/10/2023) membenarkan adanya laporan tersebut dan telah ditindaklanjuti.

"Iya benar, tadi suratnya saya disposisi ke Kasat Reskrim untuk ditindaklanjuti dan segera lidik terhadap para pihak," ujar Cahyo.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...