Institusi KAPAL dan YLBH-PA Morotai Beri Penguatan Kesetaraan Gedsi

Institut Lingkaran Pendidikan Alternatif (KAPAL) Perempuan bekerjasama dengan Yayasan Lembaga Bantuan Humum Perempuan dan Anak (YLBH-PA) menggelar pelatihan berprespektif gender, Selasa (31/10/2023)

Daruba, malutpost.id -- Institut Lingkaran Pendidikan Alternatif (KAPAL) Perempuan bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Bantuan Humum Perempuan dan Anak (YLBH-PA) Pulau Morotai berupaya memberikan penguatan perspektif kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial (GEDSI) untuk pemimpin sekolah perempuan di Kabupaten Pulau Morotai.

Penguatan tersebut dituangkan melalui pelatihan yang bertujuan meningkatkan perspektif dan keahlian pemimpin sekolah perempuan untuk mengintegrasikan perspektif GEDSI dalam strategi pengorganisasian dan advokasi sekolah perempuan.

Pelatihannya dilaksanakan melalui zoom meeting selama dua hari yakni dari 31 Oktober hingga 1 November 2023 untuk 12 kabupaten/kota, termasuk Pulau Morotai.

Direktur Pelaksana YLBH PA Morotai, Djuniar kepada awak media menjelaskan pelatihan ini tujuannya untuk penguatan kapasitas pemimpin perempuan lokal sehingga melahirkan leader  perempuan yang siap berjuang untuk keadilan bagi kaum perempuan, kaum marjinal dan disabilitas.

Yang mana perjuangan itu dapat mereka mulai dari lingkungan keluarga dan desa. Selain itu, juga untuk menumbuhkan kepercayaan diri mereka agar aktif dalam setiap forum baik itu rapat di desa mau pun berani mengadvokasi setiap aduan di pos pengaduan.

"Baik itu dalam hal kepengurusan identitas hukum masyarakat yang belum ada, kesejahteraan sosial masyarakat yang belum tercover oleh pemerintah, serta mereka sudah berani mendampingi kasus yang masuk di pos pengaduan ke Polres dan mereka juga sudah berani dan percaya diri untuk memediasi setiap permasalahkan yang sekiranya bisa mereka selesai kan di desa," terang Djuniar kepada malutpost.id, Selasa (31/10/2023).

Dengan adanya kegiatan ini, Djuniar mengaku berterima kasih kepada KAPAL Perempuan Pusat dan INKLUSI yang telah mensuport YLBH PA Morotai dalam memberikan penguatan kapasitas pada perempuan akar rumput.

"Sehingga dari kegiatan ini dapat melahirkan pemimpin perempuan lokal dimana mereka bisa berdaya dan punya perspektif keadilan gender yang memfasilitasi suara suara perempuan diperbatasan agar bisa di dengar oleh para pengambil kebijakan," ujarnya.

Djuniar menambahkan capaian yang diharapkan dari kegiatan ini adalah 80 persen peserta memiliki Perspektif GEDSI sehingga mampu menganalisis situasi dan masalah-masalah yang dihadapi oleh perempuan. Kemudian peserta juga diharapkan memiliki kesadaran tentang pentingnya perspektif GEDSI bagi kerja-kerja pengorganisasian dan advokasi Sekolah Perempuan.

"Dan yang terakhir kepekaan terhadap situasi disabilitas dan keahlian untuk merespon kebutuhan disabilitas dalam pengorganisasian maupun advokasi sekolah perempuan dan kemampuan memasukkan usulan-usulan perempuan, disabilitas dan kelompok marjinal dalam nomenklatur bidang pembangunan desa," pungkasnya. (adv/tr-05)

Komentar

Loading...