Pengukuran Ulang Lahan di Bastiong Karance, BPN Ternate Tunggu Jadwal dari Pihak Kelurahan

Rury Irawan

Ternate, malutpost.id -- Terkait pengukuran ulang lahan RT 03 RW 01 Kelurahan Bastiong Karance, Kota Ternate, Maluku Utara, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ternate masih menunggu jadwal dari pihak kelurahan.

Pj Kepala BPN Ternate, Rury Irawan mengatakan, pengukuran ulang itu dalam rangka menindaklanjuti permohonan dari seseorang yang punya sertifikat.

"Ia (punya sertipikat) ingin tanahnya dikembalikan sesuai dengan batas sertipikat," kata Rury Irawan, kepada malutpost.id, Selasa (31/10/2023).

Ia mengatakan  BPN sudah pernah ke lapangan tapi pelaksanaan pengukuran ulang gagal karena di lokasi ada masyarakat yang menguasai tanah tersebut.  Saat ini pihaknya meminta bantuan pemerintah kelurahan agar bisa mendampingi sekaligus nanti dimediasi.

"Kemudian kita surati lurah untuk minta jadwal. Jadi surat yang kita buat itu kita minta jadwal tanggal 26 Oktober 2023 ternyata lurah minta waktu yang lain," tuturnya. "Untuk pelaksanaan selanjutnya kita masih tunggu pihak kelurahan, pihak kepolisian untuk pengamanan," ujarnya lagi.

Ia menambahkan, posisi BPN dalam rangka melayani masyarakat yang sudah melakukan permohonan pendaftaran sehingga mau tidak mau harus ke lapangan sesuai jadwal yang disiapkan oleh pihak kelurahan.

"Atau bisa kita konfirmasi langsung, kita bikin jadwal bersama kapan bisa. Prinsipnya pengukuran ulang ini untuk membantu pemilik sertipikat tanah terkait posisi tanah sebenarnya. Kemudian mengetahui berapa orang yang rumahnya di lokasi itu, nantinya kita harapkan pemilik tanah bisa bermediasi atau bermusyawarah mencari jalan tengah diantara mereka. Sebab jangan sampai masuk ke ranah hukum yang akan membuat rumit dan menimbulkan permasalahan baru," ujarnya.  "Nantinya selain biaya besar dan permasalahannya bisa macam-macam," tandasnya lagi.

Meski begitu, Rury mengaku rumah yang akan masuk pengukuran tersebut belum  diketahui berapa luasnya. "Di sertipikat itu berapa luasnya,  kita dapat pastikan setelah turun lapangan. Sekarang belum kita sampaikan" tutur dia.

Sebelumnya  kata dia, pada awal September lalu,  BPN sudah turun ke lokasi yang katanya milik Beni Tandean itu, tapi belum bisa dilakukan pengukuran karena masyarakat sudah berkumpul dilokasi.

"Menunggu jadwal dari pak lurah kalau dapat besok, besok turun. Belum ada jadwal yang pasti, posisi BPN kita menunggu," ujarnya sembari berharap ada penyelesaian dan solusi kedua pihak. (mg-12)

Komentar

Loading...