Begini Respon PT IWIP Soal Pencemaran Sungai Sagea

Foto kondisi Sungai Sagea, Halmahera Tengah.

Ternate, malutpost.id -- PT Indonesia Weda Bay Industrial Park atau IWIP, sebagai pengelola kawasan industri berbasis nikel yang mendunia, merespon kekhawatiran yang disampaikan oleh berbagai pihak terkait kondisi Sungai Sagea yang dikabarkan menguning dan tercemar.

GM External Relations & HR PT IWIP, Yudhi Santoso menyatakan, PT IWIP memahami pentingnya kejernihan Sungai Sagea bagi masyarakat sekitar dan integritas ekosistem lokal. Oleh karena itu, PT IWIP serius memperhatikan isu yang telah muncul.

Dia menjelaskan, temuan investigasi independen melalui laboratorium yang terakreditasi, serta upaya investigasi yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah, provinsi dan pusat menunjukkan bahwa keruhnya air Sungai Sagea disebabkan oleh fenomena alam seperti cuaca dan karakteristik batuan karst di wilayah tersebut, dan bukan disebabkan oleh aktivitas PT Weda Bay Nickel (WBN) maupun PT IWIP.

“PT WBN sendiri tidak melakukan operasi penambangan di wilayah hulu Sungai Sagea, yaitu Ake Sepo dan Ake Yonello,” ujar Yudhi dalam keterangan resmi yang diterima malutpost.id, Jumat (9/11/2023).

Uji laboratorium yang dilakukan oleh PT Analitika Kalibrasi Laboratorium, lanjut Yudhi, lembaga yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) di Bogor menyatakan, bahwa kualitas air di Sungai Sagea tidak melewati ambang batas baku mutu lingkungan yang ditetapkan.

“Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa parameter Oksigen Terlarut (DO) adalah satu-satunya yang melebihi ambang batas. Hal ini menunjukkan, air sungai Sagea yang tercemar dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan seperti temperatur air dan udara, tekanan barometrik udara, jumlah tumbuhan air, kadar mineral, dan Biological Oxygen Demand (BOD),” lanjut Yudhi.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...