Menggugah Kesadaran Pendidikan: Peran Guru, Tantangan, dan Harapan

Oleh: Salim
(Kepsek SD Alam Madani)

Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November di Indonesia. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945. Hari Guru Nasional bertujuan untuk menghargai peran guru dalam pembangunan nasional dan sebagai upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru.

Hari Guru Nasional memiliki arti penting bagi pendidikan di Indonesia. Guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Hari Guru Nasional menjadi momen untuk menghargai peran guru dalam mengembangkan pendidikan dan memberikan apresiasi bagi para guru atas jasa-jasanya selama mengajar.

Era Modern telah membawa banyak tantangan dan perubahan dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi dan inovasi, globalisasi, dan perubahan lingkungan adalah beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan ekonomi dan sosial di era modern. Hal ini juga mempengaruhi dunia pendidikan. Tantangan dan perubahan tersebut memerlukan pendekatan baru dan solusi inovatif.

Beberapa Tantangan dalam Sektor Pendidikan di Indonesia.
1. Adanya konflik antara orang tua murid dan guru yang berujung pada pelaporan polisi masih terjadi di Indonesia. Sebagai contoh, pada Oktober 2023, seorang guru honorer Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 1 Taliwang, Sumbawa Barat dilaporkan ke polisi oleh orang tua murid hingga dituntut Rp. 50 juta.
2. Kekerasan di dunia pendidikan masih menjadi masalah serius di Indonesia. Beberapa kasus kekerasan di dunia pendidikan sempat viral seperti di Maluku Utara dan Cilacap. Kekerasan di dunia pendidikan dapat mempengaruhi kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa.
3. Perbedaan dalam kualitas pendidikan antara satu daerah dengan daerah lainnya menimbulkan konsekuensi serius terhadap perkembangan siswa dan menciptakan kesenjangan sosial yang sulit diatasi. Ketimpangan dalam kualitas pendidikan di Indonesia masih menjadi sorotan utama, menghadirkan tantangan signifikan bagi upaya pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh negeri.

Salah satu akar permasalahan utama adalah ketidakefektifan implementasi kebijakan pendidikan oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Meskipun telah ada upaya untuk menyelaraskan standar pendidikan nasional, namun masih terdapat disparitas signifikan dalam aksesibilitas dan kualitas di berbagai wilayah.

Faktor geografis, ekonomi, dan infrastruktur yang berbeda antara daerah satu dengan lainnya juga menjadi kontributor utama terhadap ketidaksetaraan pendidikan. Daerah yang terpencil atau ekonominya kurang berkembang cenderung mengalami keterbatasan dalam sumber daya pendidikan, termasuk fasilitas, buku, dan tenaga pengajar berkualitas.

Dampak Terhadap Siswa dan Masyarakat.
Ketidaksetaraan kualitas pendidikan menciptakan ketidakmerataan dalam persiapan siswa untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Siswa yang belajar di daerah dengan kualitas pendidikan rendah mungkin menghadapi kesulitan dalam bersaing di tingkat nasional atau global. Ini bukan hanya masalah individual, tetapi juga menjadi faktor yang memperkuat ketidaksetaraan sosial dan ekonomi di masyarakat.

Dampak ketimpangan pendidikan juga dapat dilihat dalam kurangnya kesempatan untuk pengembangan diri dan peningkatan keterampilan bagi masyarakat di daerah tertentu. Ini menciptakan lingkungan di mana mobilitas sosial sulit dicapai dan kesenjangan antargenerasi terus berlanjut.

Peran Pemerintah Terhadap kesetaraan dan rendahnya kualitas pendidikan.
Pemerintah memiliki peran kunci dalam mengatasi ketidaksetaraan pendidikan. Perlu adanya kebijakan yang lebih efektif dalam mengalokasikan sumber daya pendidikan secara adil, memastikan bahwa daerah-daerah terpencil atau kurang berkembang mendapatkan perhatian khusus. Selain itu, perlu ditingkatkan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan lokal dan kondisi spesifik setiap daerah.

Meskipun rendahnya kualitas lulusan dari perguruan tinggi dapat menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas guru, masih terdapat faktor-faktor lain yang turut berkontribusi terhadap rendahnya kualitas guru di Indonesia. Salah satu faktor utama adalah kurangnya tenaga pengajar yang berkompeten. Terdapat kesenjangan dalam ketersediaan guru yang memiliki keahlian dan pemahaman mendalam terhadap mata pelajaran yang mereka ajarkan. Ini tidak hanya mengurangi efektivitas pengajaran, tetapi juga merugikan perkembangan siswa.

Baca Halaman Selanjutnya...

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...