Sekolah Pesisir di Gotowasi, Cara Nurul Hentikan Perilaku Warga Buang Sampah di Laut

Sekolah Pesisir Desa Gotowasi, Halmahera Timur yang digagas Nurul.

Ternate,malutpost.id -- Ekosistem laut benar-benar terancam dengan kehadiran sampah plastik yang kita buang. Kelestarian pesisir, sumber daya kelautan dan perikanan menjadi ancaman serius akibat ulah manusia.

Sebagian besar sampah yang ada di laut adalah sampah darat hasil produksi tangan manusia. Hanya saja, kesadaran  akan ancaman rusaknya ekosistem dan menyusutnya populasi ikan belum sampai ke telinga masyarakat.

Hal itu mendorong Nurul Jannah Hardi, menggagas Sekolah Pesisir di Desa Gotowasi, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Ide menggagas Sekolah Pesisir didapati Nu, sapaan akrabnya setelah terlibat dalam Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) antara Pemerintah Indonesia dan Australia.

Bagi Nurul, Sekolah Pesisir ini menjadi bagian dari cita-citanya menjadi pemuda yang berkontribusi dalam kampanye lingkungan di Indonesia maupun Maluku Utara.

"Ini juga sebagai bentuk social project saya yang saya buat  berkolaborasi  dengan pemuda-pemudi Desa Gotowasi,"ungkap Nu.

Sekolah Pesisir ini mulai dibuka pada Oktober 2023, dan telah mengakomodir sekitar 80 siswa dari SD hingga SMA termasuk pemuda/pemudi.

Sesuai namanya, proses belajar mengajar di Sekolah Pesisir berlangsung di pantai Desa Gotowasi.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...