Suka-Duka Jadi Duta SMA se-Maluku Utara, Tidak Didukung Pemda Tetap Semangat Dorong Seni Membatik

WhatsApp Image 2024 02 12 at 19.40.30 e1707735773861
Stanis Cristian Merentek dan Mutiara Andini Suparman (Foto: istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Dua siswa asal Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, terpiliha menjadi duta SMA se-Maluku Utara.

Duta SMA merupakan merupakan program yang diinisiasi oleh Direktorat SMA Kemendikbudristek sejak tahun 2022 dengan tujuan untuk menjaring peserta didik jenjang SMA yang memiliki karakter profil pelajar Pancasila, mampu menjadi pemangku kepentingan yang aktif, dan menjadi role model sebaya dalam bidang pendidikan, serta memiliki tiga core value yaitu, Sinergi, Mandiri, dan Aktif.

Kedua siswa tersebut, Stanis Cristian Merentek pelajar SMAN 1 Halsel dan Mutiara Andini Suparman dari SMAN 8 Halsel. Setahun sudah menjabat sebagai duta SMA, Cris, sapaan akrab Stanis Cristian, mengaku sudah menjalankan program rencana tindak lanjut (RTL) provinsi maupun individu.

"Untuk RTL pronvinsi dikerjakan bersama partner duta saya yaitu Mutiara Andini dimana kami melakukan kunjungan budaya di Rumah Batik Citra Bacan, terus kami juga sudah pernah melaksanakan seminar tentang TPPK dan ada beberapa yang sementara on going yaitu seperti podcast, dan beberapa konten kreatif serta program kunjungan yang rencana bakalan ada di bulan ini,"ungkap Cris kepada malutpost.id, Senin (12/2/2024).

Sedangkan RTL individu, siswa kelas XII itu mengatakan telah rampung sekitar 75 persen seperti sosialisasi di sekolah-sekolah, upload beberapa konten kreatif di instagram pribadi hingga membuat pembekalan tentang personal branding bagi osis dan komunitas sekolah seperti Queen and King SMANSAH.

"Saya juga buat project yang cukup besar yaitu perencanaan perpustkaan digital yang sudah sempat saya aplikasikan dan laksanakan di sekolah saya, saya juga menjalankan kerja sama dengan beberpa duta di wilayah regional Timur yaitu berupa podcast yang bisa di dengar di spotify,"tutur Cris.

Dengan padatnya aktivitas dari mulai belajar, kegiatan ekstrakulikuler hingga menjadi duta SMA, Cris tak memungkiri, manajemen waktu menjadi hal yang sangat penting baginya.

"Tantangannya ada pada waktu dan kesempatan karena saya sekarang kelas XII yang harus persiapan untuk ujian akhir plus saya juga seorang pelatih marching band di sekolah sehingga perlu manajemen waktu yang baik sehingga semua bisa berjalan dengan baik tanpa ada jadwal yang tabrakan,"katanya.

Belum lagi, kondisi Provinsi Malut sebagai daerah kepulauan sehingga jarak menjadi salah penghambat jalannya program.

"Kondisinya Provinsi Maluku Utara ini merupakan provinsi dengan gugusan pulau pulau mau tak mau ada beberapa program yang harus kami lakukan secara online karena akses yang jauh. Kalau sudah online pastinya butuh jaringan yang bagus untuk mendukung berjalannya program kami,"sebutnya.

Baca halaman selanjutnya...

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...