Malutpost.id, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengumumkan komitmennya untuk memastikan anak-anak yang hidup di jalanan dan masih berada dalam rentang usia sekolah akan mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menanggapi berbagai usulan terkait perluasan cakupan MBG. Sementara itu, untuk kelompok lansia dan penyandang disabilitas, penyediaan makanan bergizi akan menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos).
Nanik menegaskan bahwa BGN akan memfokuskan program MBG bagi anak-anak yang berada di jalanan namun masih dalam usia sekolah, terutama mereka yang belum tertampung di lembaga pendidikan formal atau di wilayahnya belum tersedia "sekolah rakyat." Ia juga menekankan pentingnya penggantian istilah "anak jalanan" menjadi "anak usia sekolah," sebab menurutnya, "meskipun mereka hidup di jalan, selama masih usia anak-anak, mereka tetap punya hak untuk memperoleh gizi."

Secara terpisah, Nanik menjelaskan lebih lanjut mengenai pembagian tanggung jawab ini. "Jadi untuk lansia dan disabilitas itu yang memberikan makan bergizi gratis Kemensos," ujarnya, seperti dikutip dari malutpost.id. Hal ini memperjelas alur distribusi bantuan gizi agar tepat sasaran sesuai dengan kelompok penerima manfaat dan lembaga yang berwenang.
Sebelumnya, wacana pemberian MBG untuk penyandang disabilitas dan anak jalanan ini sempat diangkat oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Prasetyo menyatakan akan mengkaji usulan tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah senantiasa terbuka terhadap segala masukan serta usulan terkait program-programnya. Dalam kesempatan terpisah, Prasetyo menyampaikan, "Terus terang kalau tadi berkenaan dengan masalah itu belum, tapi terima kasih kalau ada catatan dan masukan," menunjukkan sikap responsif pemerintah terhadap aspirasi publik demi program yang lebih inklusif.

