Malutpost.id, Jakarta Utara masih berjibaku dengan genangan air. Lima Rukun Tetangga (RT) di wilayah ini dilaporkan masih terendam banjir pada Sabtu malam, memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut bervariasi, mencapai antara 26 hingga 45 sentimeter.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, wilayah yang terdampak meliputi satu RT di Kelurahan Kapuk Muara dan empat RT di Kelurahan Marunda. Kondisi ini menjadi perhatian utama mengingat dampak langsungnya terhadap aktivitas warga.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, seperti dikutip Malutpost.id dari detikcom, menjelaskan bahwa data yang dihimpun hingga pukul 18.00 WIB menunjukkan total 265 jiwa telah dievakuasi. Mereka ditempatkan di satu lokasi pengungsian di Kelurahan Marunda. Rinciannya, 40 jiwa dari 20 Kepala Keluarga (KK) mengungsi di Masjid Nurul Jannah, sementara 225 jiwa dari 62 KK lainnya ditampung di SD Robiatul Adawiyah.
Banjir yang melanda kawasan ini disebabkan oleh luapan air dari Kali Angke dan Kali Nagrak yang tidak mampu menampung debit air, terutama setelah intensitas hujan tinggi. Pihak berwenang terus memantau kondisi debit air di kedua kali tersebut untuk mengantisipasi potensi genangan lebih lanjut.
Meskipun demikian, BPBD DKI juga melaporkan adanya kabar baik dari beberapa wilayah lain di Jakarta yang sebelumnya terendam banjir. Sejumlah titik telah menunjukkan tanda-tanda surut, menandakan kondisi yang membaik. Wilayah-wilayah tersebut antara lain lima RT di Kelurahan Cawang, empat RT di Kelurahan Bidara Cina, 18 RT di Kelurahan Kampung Melayu, satu RT di Kelurahan Pejaten Timur, serta masing-masing satu RT di Kelurahan Kapuk Muara dan Kelurahan Marunda yang kini telah kering. Pihak berwenang terus berupaya maksimal untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan dampak banjir di seluruh wilayah Jakarta.

