Malutpost.id, Aparat kepolisian di Jakarta Timur tengah mendalami kasus dugaan transaksi narkotika yang terekam dalam sebuah video viral. Insiden yang disebut melibatkan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini terjadi di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur, dan telah menarik perhatian publik.
Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur, AKP Suminto, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih terus berupaya mengungkap seluruh pihak yang terlibat. "Lagi kita upayakan, masih didalami (terduga pelaku)," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat (27/3). Penyelidikan awal menunjukkan bahwa terduga pelaku bukanlah penduduk setempat, mengindikasikan kemungkinan jaringan yang lebih luas. Video dugaan transaksi narkoba ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram lbj_jakarta dan dengan cepat menyebar, memperlihatkan aktivitas jual beli narkotika secara terang-terangan di lingkungan permukiman warga.

Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah lebih dulu memberikan klarifikasi terkait rekaman amatir yang beredar luas tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, membenarkan bahwa sosok dalam video yang membeli sabu adalah Koptu YP dari satuan Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad). Transaksi haram itu diduga terjadi saat momen Lebaran.
Brigjen Donny menambahkan, hasil penyelidikan internal menunjukkan Koptu YP mengakui perbuatannya membeli dan mengonsumsi narkoba. Pengakuan ini diperkuat dengan hasil tes urine yang menunjukkan positif narkotika. Saat ini, Koptu YP telah diamankan dan ditahan oleh Provost Puspalad untuk pemeriksaan lebih lanjut. TNI AD menegaskan akan memproses hukum Koptu YP sesuai dengan mekanisme yang berlaku, menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan oknum yang tidak mencerminkan nilai-nilai keprajuritan.
Terkait keberadaan mobil dinas TNI yang juga terekam dalam video tersebut, Brigjen Donny Pramono menjelaskan bahwa kendaraan itu tidak memiliki kaitan dengan aksi Koptu YP. Mobil dinas Kostrad tersebut dikemudikan oleh Pratu Laode, yang menurut hasil pemeriksaan sementara, berada di lokasi untuk mengunjungi temannya. Meskipun Pratu Laode mengaku tidak terlibat dalam kegiatan narkotika Koptu YP, pemeriksaan internal tetap berlanjut. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tindakan hukum akan diambil.
Polisi mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan segala aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika. Sementara itu, TNI AD menegaskan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di kalangan prajurit, memastikan setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

