Waspada Teror Air Keras Meluas di Nusantara

Malutpost.id, Gelombang serangan air keras kembali menghantui masyarakat Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, serangkaian insiden penyiraman cairan berbahaya ini terjadi di berbagai wilayah, mulai dari

Vian Eka

[addtoany]

Waspada Teror Air Keras Meluas di Nusantara

Malutpost.id, Gelombang serangan air keras kembali menghantui masyarakat Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, serangkaian insiden penyiraman cairan berbahaya ini terjadi di berbagai wilayah, mulai dari Ibu Kota Jakarta, Bekasi, hingga Bangka Belitung. Rentetan insiden ini sontak memicu kekhawatiran serius di kalangan publik, mengingat sebagian besar korban adalah individu dengan latar belakang beragam, termasuk para aktivis yang kritis.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah penyerangan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Jakarta. Andrie diserang pada Kamis malam, 12 Maret, usai menghadiri sebuah acara di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Akibatnya, ia menderita luka serius di sekujur tubuh, terutama pada tangan, wajah, dada, serta bagian mata. Dalam perkembangan kasus, empat anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan penanganan perkaranya dilimpahkan dari Polda Metro Jaya ke Puspom TNI. Namun, hingga kini, motif di balik penyerangan brutal tersebut masih menyisakan tanda tanya besar dan belum diungkap ke publik.

Waspada Teror Air Keras Meluas di Nusantara
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak berselang lama, insiden serupa terjadi di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Seorang pria menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal sepulang salat Subuh pada Senin, 30 Maret. Berdasarkan rekaman video yang beredar, korban terlihat kesakitan setelah diserang oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor. Pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku, namun identitas maupun motif penyerangan belum dijelaskan secara rinci kepada masyarakat oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni.

Di ujung timur, tepatnya di Bangka Belitung, aktivis lingkungan Muhammad Rosidi juga diduga menjadi korban penyiraman air keras pada Senin malam, 30 Maret, di Toboali. Serangan dilakukan oleh pelaku yang melemparkan cairan asam ke arah korban saat berada di dalam mobil, mengakibatkan Rosidi mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya. Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Ia menilai pola penyerangan ini sangat mengkhawatirkan, terutama jika menyasar pihak-pihak yang kritis. "Ini jelas teror terstruktur, bukan hanya buat aktivis, tetapi juga buat kita semua. Ini benar-benar sudah sangat mengkhawatirkan," ujar Sahroni, seperti dikutip dari malutpost.id.

Rentetan kasus penyiraman air keras ini menunjukkan adanya pola yang meresahkan dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi kebebasan berekspresi serta keselamatan warga. Dengan motif yang seringkali belum terungkap atau tidak dijelaskan secara transparan, publik menuntut tindakan tegas dan investigasi menyeluruh dari aparat penegak hukum. Kekhawatiran akan siapa lagi yang akan menjadi korban berikutnya semakin meningkat, menegaskan urgensi bagi pihak berwenang untuk segera mengungkap dalang di balik teror air keras yang kini meluas di Nusantara.

Ikuti kami :

Tags

Related Post

Ads - Before Footer