Malutpost.id, Ibu Kota Jakarta kembali dilanda banjir pada Minggu pagi, 2 Januari 2022. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan, setidaknya sembilan Rukun Tetangga (RT) dan satu ruas jalan utama terendam air, mengganggu aktivitas warga di sejumlah titik.
Genangan air ini tersebar di dua wilayah administratif. Di Jakarta Barat, dua RT dilaporkan terendam, sementara di Jakarta Utara, dampak banjir jauh lebih luas dengan tujuh RT yang terdampak. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 20 sentimeter, cukup untuk menghambat mobilitas warga dan masuk ke rumah-rumah.

Penyebab utama banjir ini adalah intensitas curah hujan yang tinggi sejak dini hari, diperparah dengan meluapnya beberapa aliran sungai. Kali Semongol, Kali Angke, dan Kali Nagrak dilaporkan tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluber ke permukiman warga di sekitarnya.
Dampak paling signifikan terasa di Jakarta Utara, di mana ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terendam. Selain permukiman, satu ruas jalan vital juga tak luput dari genangan. Jalan Kamal Raya di Jakarta Barat tercatat tergenang setinggi 15 cm, mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kemacetan.
Menanggapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta segera mengerahkan personel ke lokasi-lokasi terdampak untuk memantau kondisi genangan secara real-time. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan dinas terkait seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Langkah-langkah penanganan meliputi penyedotan genangan air dan memastikan sistem drainase serta tali-tali air berfungsi optimal agar air dapat surut lebih cepat.

